Breaking News:

Berita Denpasar

Dianawati Produksi Bakso Lele, Sebuah Inovasi Kuliner Unik dan Baru di Denpasar Bali

Berawal dari sang suami yang merupakan pengepul ikan lele, Dianawati selaku ibu rumah tangga membuat inovasi makanan baru yaitu bakso yang berbahan da

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Gusti Putu Susila, menunjukkan produk Bakso Lele di kediamannya, Suwung Batan Kendal, Denpasar, Rabu 3 Maret 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berbicara tentang kuliner memang tidak ada habisnya dan selalu muncul inovasi-inovasi terbaru.

Salah satunya adalah Dianawati yang membuat inovasi kuliner baru dan unik di Kota Denpasar.

Berawal dari sang suami yang merupakan pengepul ikan lele, Dianawati selaku ibu rumah tangga membuat inovasi makanan baru yaitu bakso yang berbahan dasar dari daging lele. 

"Dikarenakan suami merupakan pengepul lele dan ingin berinovasi yang baru. Jika orang-orang sudah terbiasa dengan bakso ayam dan sapi saya membuat bakso lele. Dan ternyata setelah membuat varian bakso lele banyak masyarakat yang meminati," ungkapnya pada, Rabu (3 Maret 2021). 

Diana menambahkah proses membuat bakso lele sama dengan proses membuat bakso pada umumnya hanya saja harus memperhatikan agar tidak ada tulang-tulang lele yang ikut tercampur dalam adonan. 

Gusti Putu Susila menimbang Lele sebelum diolah menjadi bakso Lele di Kediamannya, Suwung Batan Kendal, Denpasar, Rabu 3 Maret 2021.
Gusti Putu Susila menimbang Lele sebelum diolah menjadi bakso Lele di Kediamannya, Suwung Batan Kendal, Denpasar, Rabu 3 Maret 2021. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Baca juga: Kisah Made Artana Selamatkan Barang-barang Saat Warung Baksonya Tergerus Tanah Longsor

Baca juga: VIRAL Bule Cewek Jualan Mi Ayam Bakso, Banting Setir Setelah Bisnis Travel Seret Akibat Pandemi

Baca juga: Bentuknya Unik, Bakso Volcano Buatan Putu Eka Laku hingga 20 Porsi per Hari

"Selama membuat bakso lele ini tidak ada kendala yang yang ditemui hanya saja harus lebih berhati-hati untuk memperhatikan agar tulang-tulang lele tidak ikut tercampur pada adonan. Yang digunakan untuk bakso lele di sini hanya bagian daging lele yang sudah di fillet sisanya seperti kepala dan duri-durinya tidak digunakan," imbuhnya. 

Hingga saat ini dalam sehari ia dapat menghabiskan filet daging lele sebanyak 20 hingga 30 kilogram.

Kedepannya ia akan membuat varian baru lagi dari daging lele yaitu sosis lele. 

"Puji syukur setelah seminggu saya memproduksi bakso lele ini banyak respon masyarakat yang baik. Bakso lele ini sudah saya pasarkan pada teman-teman, nitip di warung-warung namun masih di lokasi kota Denpasar," imbuhnya. 

Dan dikarenakan bakso lele ini tanpa pengawet akan bertahan selama 3 hari jika tidak diletakkan di dalam lemari pendingin.

Namun jika diletakkan di dalam lemari pendingin akan tahan selama dua minggu.

Untuk pembuatan bakso lele ini ia dibantu oleh 3 orang karyawan serta anak-anaknya.

Harga bakso lele ini dibandrol mulai dari Rp 6 ribu rupiah dengan berisi 10 butir bakso per bungkusnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved