Corona di Bali

Pemerintah Nunggak Uang Sewa Hotel Untuk OTG Rp1,9 Miliar, Manajemen SenS Hotel & Spa Ubud Mengeluh

Kini SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud mengeluhkan hal yang sama seperti The Vasini Hotel dimana pembayaran yang masih belum dibayarkan mencapai leb

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
GM SenS Hotel dan Spa + Conference saat ditemui tribunbali.com, Rabu 3 Maret 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, GIANYAR - Setelah beberapa waktu lalu, The Vasini Hotel mengeluhkan Pemerintah Daerah yang masih menunggak pembayaran uang sewa hotel yang dijadikan tempat karantina OTG-GR.

Kini SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud mengeluhkan hal yang sama seperti The Vasini Hotel dimana pembayaran yang masih belum dibayarkan mencapai lebih kurang Rp 1,9 miliar.

Manajemen awalnya menerima tawaran kerjasama dengan BPBD untuk pasien OTG-GR di hotel ingin membantu mempercepat upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Bali.

Selain itu dapat membantu kembali menghidupkan kembali operasional hotel yang sangat terdampak pandemi karena sepinya kunjungan wisatawan mengakibatkan minimnya tingkat hunian kamar.

"Program ini dapat membantu hotel yang sebelumnya mati suri paling tidak ada aktivitas kembali. Tetapi ternyata ada kendala di pembayaran, jumlahnya cukup banyak mencapai Rp 1,9 miliar yang belum dibayarkan ke kami," ungkap GM SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud Sven Remo, kepada tribunbali.com, Rabu 3 Maret 2021.

Baca juga: Pemerintah Nunggak Pembayaran Uang Sewa Hotel Untuk OTG di Bali, PLN Ancam Pemutusan Listrik

Baca juga: 1.311 Hotel dan Restoran di Badung Menunggak Pajak, Terancam Tidak Dapat Hibah Pariwisata

Baca juga: Tak Semua Hotel dan Restoran Dapat Hibah, Badung Tegaskan Penunggak Pajak Tak Akan Kebagian

Sejak bulan Oktober 2020 lalu, SenS Hotel & Spa + Conference dijadikan sebagai tempat hotel untuk pasien OTG-GR Covid-19 hingga akhir bulan Februari 2021 kemarin tercatat kurang lebih 5.968 orang dilayani disini.

Sebanyak 5.968 orang pasien OTG-GR berasal dari dua kabupaten yakni Kabupaten Klungkung dan Bangli.

Dengan total tagihan lebih kurang Rp 2,2 miliar, dan baru dibayar Rp 266 juta sehingga masih terdapat kekurangan pembayaran mencapai Rp 1,9 miliar.

"Kami sudah terima 80 persen pembayaran untuk bulan Oktober November, tapi untuk bulan Desember, Januari dan Februari belum kami terima pembayaran. Totalnya Rp 1,9 miliar yang belum kami terima pembayarannya," jelas Sven Remo.

Pihaknya sudah sering menanyakan kapan akan dibayarkan invoice atau tagihan yang belum dibayarkan Pemerintah, terakhir komunikasi menurutnya jawaban dari sana masih dalam proses.

"Mohon dipercepat prosesnya karena kami juga harus membayar gaji karyawan, operasional kita bayar listrik, air, supplier catering makanan untuk pasien, dan lainnya. Sementara untuk menutupi biaya tersebut kita ambil dari dana cadangan seperti dana untuk pensiun karyawan dan capital replacement atau dana cadangan untuk perbaikan atau maintenance hingga penggantian interior hotel," papar Sven Remo.

Namun dana cadangan tersebut pun tidak mencukupi menutup sementara biaya operasional selama hotel ini digunakan untuk tempat isolasi mandiri bagi OTG-GR selama kurang lebih 5 bulan.

Selama 5 bulan tersebut pun karyawan yang bekerja dan standby disini hanya sekitar 12 orang per hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved