Corona di Bali

Pemerintah Nunggak Uang Sewa Hotel Untuk OTG Rp1,9 Miliar, Manajemen SenS Hotel & Spa Ubud Mengeluh

Kini SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud mengeluhkan hal yang sama seperti The Vasini Hotel dimana pembayaran yang masih belum dibayarkan mencapai leb

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
GM SenS Hotel dan Spa + Conference saat ditemui tribunbali.com, Rabu 3 Maret 2021. 

Sementara jumlah total karyawan yang ada sebanyak 68 orang, tetapi beberapa karyawan memilih tidak bekerja karena takut terpapar Covid-19 selama bekerja.

Sehingga manajemen memutuskan sistem kerja selama 15 hari dalam sebulan, dan bergantian dengan karyawan lain sehingga semuanya mendapatkan giliran kerja secara rata.

Lebih lanjut, Sven Remo sangat berharap Pemerintah Daerah segera dapat membayar sisa tagihan yang ada karena sebentar lagi ada Hari Raya Nyepi pihaknya perlu membayar Tunjangan Hari Raya kepada karyawan.

"Terakhir saya tanya kapan ini dibayar tahu-tahu disampaikan bahwa programnya berhenti tanpa ada jawaban sisa yang belum dibayarkan pembayaran kapan. Kita harapkan secepatnya minimal sisa yang belum dibayarkan di bulan Oktober hingga Desember dulu kami terima," imbuhnya.

"Kita sudah Koordinasi dengan IHGMA untuk membantu mempercepat proses pembayaran ini. Dalam waktu dekat Hari Raya Nyepi kita perlu membayar THR kepada karyawan," sambung Sven Remo.

Baca juga: 6 Perusahaan Cruise Nunggak Retribusi Rp 2,75 Miliar ke Pemkab Klungkung, Ini Sebabnya

Tunggakan pembayaran uang sewa hotel menurutnya tidak hanya disini dan The Vasini saja tetapi ada lebih kurang 14 hotel di Bali lainnya menunggu pembayaran pelunasan ini.

"Tidak hanya disini yang menerima program ini, masih ada 14 sampai 15 hotel lain di Bali menjadi tempat karantina. Ada yang di Negara, ada yang di Denpasar, Kuta dan lainnya," ujarnya.

Selama menjadi tempat karantina pasien OTG-GR Covid-19, SenS Hotel dan Spa + Conference memiliki sebanyak 96 kamar dan pasien OTG-GR hanya ditempatkan di lantai dua, lantai tiga dan lantai lima.

Sementara untuk lantai satu dijadikan green zone khusus digunakan untuk tenaga kesehatan, petugas gabungan BPBD, Polisi dan TNI serta karyawan hotel yang incharge saat itu.

Proses cek in pasien pun dilakukan di basemen hotel, setelah cek in mereka langsung masuk lift dan diarahkan ke kamar masing-masing, dimana satu kamar diisi oleh 2 orang pasien.

Selama karantina pasien tidak diperkenankan untuk ke lantai lain, tetap harus berada di lantai kamar mereka menginap.

Housekeeping hotel pun saat membersihkan kamar pasien tersebut mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan pasien diminta untuk diluar kamar sementara saat dibersihkan menghindari kontak langsung karyawan dengan pasien.

Sehari pasien mendapatkan makan sebanyak tiga kali dan dua kali snack, amenities lengkap juga disediakan pihak hotel selama karantina disini.

Saat proses cek out, kamar yang sebelumnya ditempati itu dilakukan sterilisasi menggunakan disinfektan dan dikosongkan 24 jam terlebih dahulu sebelum pasien berikutnya masuk.

Saat ini di SenS Hotel dan Spa + Conference masih terdapat 6 pasien OTG-GR Covid-19 yang menjalani karantina, mereka masih menunggu jadwal Swab berbasis PCR selanjutnya.

Selama menjadi tempat karantina sejak Oktober lalu, manajemen tidak membuka reservasi untuk umum hanya menerima pasien OTG-GR Covid-19.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved