Breaking News:

Berita Badung

Tilep Dana KUR untuk Judi Online, Kejari Badung Tetapkan Tersangka dan Tahan Oknum Pegawai Bank BUMN

Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menetapkan tersangka sekaligus menahan oknum pegawai Bank BUMN, Ida Bagus GS (33).

Tribun Bali/Putu Candra
Tersangka Ida Bagus GS saat digiring menuju mobil tahanan Kejari Badung untuk dilakukan penahanan di lapas Kerobokan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menetapkan tersangka sekaligus menahan oknum pegawai Bank BUMN, Ida Bagus GS (33).

Ida Bagus GS ditetap sebagai tersangka dan ditahan terkait tindak pidana korupsi di bank plat merah tempat ia bekerja.

Tersangka yang bekerja pada bagian marketing dan mengurus kredit ini menilep dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan nilai kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Terungkap, uang hasil korupsi digunakan oleh tersangka untuk judi online dan memenuhi kebutuhan pribadinya.

Baca juga: Pasangan Suami Istri Asal Tabanan Sekongkol Curi Sepeda Motor di Vila Desa Pererenan Mengwi Badung

"Hari ini kami telah melakukan penahanan terhadap tersangka IBGS atas dugaan tindak pidana korupsi di salah satu bank BUMN di wilayah Badung," terang Kepala Kejari (Kajari) Badung, I Ketut Maha Agung dalam jumpa persnya di Kejari Badung, Rabu, 3 Maret 2021.

Tersangka Ida Bagus GS akan menjalani masa penahanan hingga 20 hari kedepan.

Untuk penahanan, tersangka kelahiran Kuta, Badung 20 April 1987 ini dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Badung.

 "Tersangka kami titipkan di Lapas Kerobokan. Sebelumnya tersangka sudah dilakukan test swab, dan hasilnya negatif," jelas Maha Agung didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja dan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo.

Lebih lanjut dijelaskan Maha Agung, tersangka dalam melakukan tindak pidana korupsi ini, yakni menggunakan nama orang lain untuk pengajukan kredit.

Modus lainnya adalah, tersangka menggunakan uang debitur yang telah lunas, namun uang itu tidak disetorkan oleh tersangka.

"Jadi tersangka memakai nama orang lain untuk mengajukan kredit fiktif.

 Juga debitur yang sudah lunas kreditnya tapi pelunasannya tidak disetorkan tersangka. Ada beberapa cara modus tersangka," ungkapnya.

"Tersangka melakukan penyalahgunaan SOP Kredit Usaha Rakyat sejak tahun 2013 sampai tahun 2017. Dengan nilai total kerugian kurang lebih Rp 1 miliar," imbuh mantan Kajari Sorong, Papua ini.

Dari nilai kerugian, kata Maha Agung, tersangka belum mengembalikan.

Baca juga: Hingga Awal Maret 2021, Pencairan TPP Bagi ASN di Badung Belum Jelas, Begini Penjelasan Pemkab

 Juga berdasarkan pengakuan tersangka saat diperiksa, dana yang dikorupsi digunakan untuk judi online.

"Berdasarkan pengajukan tersangka, uang yang dikorupsi itu digunakan untuk judi online dan keperluan pribadinya.

Ditanya apakah ada pihak lain yang terlibat selain tersangka, Maha Agung menegaskan, tidak ada.

Pun dijelaskannya, penyidikan yang dilakukan tim Pidsus sejak Januari 2021 telah memeriksa 23 orang saksi.

"Kami melakukan penyelidikan dan penyidikan ini berdasarkan laporan masyarakat. Sehingga kami lakukan penyelidikan, kemudian ditingkatkan ke penyidikan, ditemukan dua alat bukti yang cukup. Lalu menetapkan tersangka selanjutnya melakukan penahanan," paparnya.

Sementara itu atas perbuatannya, tersangka Ida Bagus GS disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU tindak pidana korupsi jo Pasal 64 KUHP. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved