Breaking News:

Berita Jembrana

Wabup Jembrana Patriana Krisna Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Prokes Saat Aktivitas Adat dan Keagamaan

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan saat melaksanakan aktivitas adat dan keagam

istimewa
Wabup Ipat Hadiri Rakor Terkait Prosesi Nyepi. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan saat melaksanakan aktivitas adat dan keagamaan.

Atensi itu disampaikan  Wabup khususnya jelang pelaksanaan hari raya Nyepi ditengah situasi pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

" Saya berharap berbagai protokol kesehatan tetap dijalankan ,kendati aktivitas adat dan agama juga tidak boleh berhenti ," kata Patriana saat  menghadiri Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Jembrana di Desa Baluk, Kecamatan Negara,rabu (3/3/2021).

Ditambahkan Patriana, masyarakat hindu sebentar lagi akan menyongsong Hari Raya Nyepi.

Di dalamnya berbagai rangkaian acara mulai dari Melasti dan prosesi pengurupukan termasuk ngembak geni yang berpotensi  melibatkan banyak orang,

"Ini menjadi atensi kita bersama. Saya minta kepada semua stakeholder untuk ikut saling menjaga demi kesehatan dan keselamatan kita semua", ucapnya.

Baca juga: Beristirahat dalam Suasana Nyepi di Aloft Bali Seminyak

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Kapolda Bali Segera Adakan Rakor, Ada Pola Khas Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi di Klungkung, Pemkab Gelar Rapat Koordinasi, Berikut Keputusannya

Wabup Patriana Krisna juga menegaskan perayaan hari raya Nyepi Tahun Caka 1943 yang jatuh pada minggu 14 Maret 2021, Ia berharap umat dapat menjalankan srada bakti dengan aman dan lancar .

 "Saat ini sedang diberlakukannya PPKM Mikro di Kabupaten Jembrana. Saya minta umat , mari kita bersama - sama  mematuhi dan mentaati prokes. Kita ingin  penyebaran Covid-19 khususnya dalam rangkaian perayaan hari suci umat Hindu dapat diminimalisir," harapnya.

Sementara Kepala KesbangPol Jembrana I Ketut Eko Susila mengaku kalau rakor terpadu penanganan konflik sosial yang dilaksanakan ini didasarkan atas penegasan Gubernur Bali terutama, persiapan pelaksanaan perayaan Hari Raya Nyepi tahun Caka 1943.

"Penegasan Gubernur ini, tim terpadu penanganan konflik sosial kabupaten Jembrana menindaklanjuti dengan melalui rapat koordinasi dengan melibatkan stakeholder baik dari majelis desa adat termasuk PHDI," terangnya.

Eko Susila juga menegaskan dalam pertemuan ini semua masukan dan saran serta pendapat yang muncul dalam rakor ini akan dijadikan pedoman dalam upaya menjaga keamanan,kenyamanan, serta keselamatan umat saat situasi pandemi Covid-19,

"Kita harapkan nanti semua masuk-masukan yang positif, akan dijadikan pedoman untuk dapat di  indahkan oleh umat dalam menyambut pelaksaan hari raya Nyepi," pungkasnya.

Hadir dalam rapat koordinasi itu, Wakil Ketua DPRD Jembrana Yuda Baskara, Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna, Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana I Negah Subagia, Ketua PHDI Jembrana I Komang Arsana, Kabag Op Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa beserta jajaran tim terpadu penanganan konflik sosial kabupaten Jembrana.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved