Corona di Bali

Alasan Kepala BPOM Pilih Bali sebagai Lokasi Pertama Peninjauan Distribusi Vaksin Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memilih Bali sebagai lokasi pertama untuk dilakukan pemantauan peninjauan distribusi vaksin Covid-19.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala BPOM Penny K Lukito saat memantau distribusi vaksin Covid-19 di Puskesmas Abiansemal I, Badung, Kamis 4 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memilih Bali sebagai lokasi pertama untuk dilakukan pemantauan peninjauan distribusi vaksin Covid-19.

Hal itu dilakukan untuk memastikan vaksin Covid-19 bisa dimanfaatkan dengan baik.

Selain itu agar nantinya perekonomian Bali pulih, dan bisa meningkatkan pariwisata yang ada di Bali.

Pasalnya Bali merupakan pariwisata Internasional yang sangat dipandang oleh wisatawan mancanegara

Baca juga: Pastikan Pengelolaan Vaksin Covid-19 Baik, Kepala BPOM RI Kunjungi Puskesmas Abiansemal I Badung

Baca juga: 40 Pegawai dan Jaksa Kejari Badung Jalani Vaksinasi Dosis I

Baca juga: Target 125 Ribu Orang pada Tahap II, Denpasar Tambah 23 Fasyankes Vaksinasi Covid-19

“Bali menjadi perhatian kita, agar ekonominya berjalan termasuk juga pariwisatanya. Untuk itu tentu harus didukung dengan adanya program vaksinasi yang efektif,” ujar Kepala BPOM Penny K Lukito saat meninjau Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) Kabupaten Badung yang terletak di Puskesmas Abiansemal I,Jalan Ciu Wanara, Blahkiuh Badung, Kami 4 Maret 2021.

Didampingi Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa dan Kepala Dinas Kesehatan Badung dr Nyoman Gunarta pihaknya mengatakan dalam menyukseskan program vaksinasi tersebut berjalan efektif, jika kualitas dan mutu vaksin itu sendiri terjaga betul selama pendistribusiannya.

“Jadi ini kita lakukan bersama-sama untuk memantau dan memastikan agar mutunya tetap utuh sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Pasien yang Terpapar Mutasi Virus Corona B117 Sudah Sehat, Kemenkes: Vaksin Sinovac Masih Efektif

Baca juga: 1.700 Orang di Bangli Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Baca juga: Ada Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Lembaga Eijkman: Vaksin Covid-19 Masih Efektif 

Disinggung dari pemantauan yang dilakukan di IFP Kabupaten Badung, BPOM Penny K Lukito mengaku tidak ada penurunan kualitas vaksin di Badung.

Pasalnya suhu vaksin tetap dijaga yakni 2-80C.

“Jadi sudah kami lihat cold room sudah ada suhunya, termasuk juga sudah kami lihat penyimpanan vaksinnya bagaimana. Bahkan saya lihat Bapak Kepala Dinas Kesehatan juga sangat aktif selalu memantau vaksin tersebut, karena saya terus mendapat laporannya,” bebernya.

Bahkan temperatur penyimpanan vaksin tersebut, sudah dilakukan pengecekan selama tiga kali dalam sehari.

Sehingga pihaknya memastikan untuk wilayah Badung sendiri vaksinnya aman, dan suhunya cold room tetap stabil.

“Dalam pendistribusiannya ke puskesmas-puskesmas juga sudah tetap mempertahankan temperaturnya. Sehingga kami pastikan tidak ada penurunan kualitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa mengatakan dalam pelaksanaan vaksinasi, pihaknya telah mempersiapkan sarana prasarana maupun SDM.

Khusus Badung  telah dibentuk 12 tim, satu tim terdiri dari 7 orang dan akan dibantu dari Ikatan Bidan Indonesia Badung.

Ditambahkan, di Badung telah melaksanakan vaksinasi dengan sasaran pada tenaga kesehatan, pegawai yang memberikan pelayanan publik di pemerintah daerah, anggota DPRD, Kejaksaan, tokoh agama, pelayanan publik di masyarakat termasuk menjangkau pasar-pasar dan pelaku pariwisata serta transportasi publik.

“Sebanyak 2.600 sudah kami vaksin, saat ini terus berjalan. Dengan kesiapan kami, 2000 orang per hari kami sanggup vaksinasi. Tinggal sekarang vaksin saja diberikan lebih karena kami baru mendapat 11 ribu vaksin,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved