Breaking News:

Corona di Bali

Bukan Melasti, Polda Bali Tegaskan Sasaran Tim Pemburu Pelanggar Prokes adalah Zona Merah Covid-19

Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 menegaskan kegiatan upacara Melasti bukan merupakan sasaran.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. dalam sebuah rapat di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Kamis 4 Maret 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 menegaskan kegiatan upacara Melasti rangkaian perayaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2021 bukan merupakan sasaran.

Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. menjelaskan, bahwa tugas utama Tim Pemburu Pelanggar Prokes adalah mendatangi daerah yang masuk dalam kriteria zona merah Covid-19. 

Baca juga: Terkait Internet Saat Nyepi 2021, Pemerintah: Tempat Umum Mati, PHDI: Tetap Hidup karena Pandemi

Baca juga: Jeritan Wayan Sureni, Berhenti Jual Lawar karena Harga Cabai Melambung Tinggi Jelang Hari Raya Nyepi

Baca juga: Tok! Nyepi di Bali Resmi Tanpa Siaran dan Internet, Tiga Lembaga Teken MoU

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 04 Tahun 2021 bahwa daerah yang masuk kriteria zona merah adalah daerah yang jika terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu desa selama tujuh hari terakhir.  

“Sasaran utama dari Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 adalah mendatangi daerah zona merah untuk mendisiplinkan warga agar patuh terhadap Prokes guna memutus rantai penyebaran Covid-19."

"Namun, sasaran tersebut sewaktu-waktu bisa berubah sesuai perkembangan situasi,” kata Karo Ops kepada Tribun Bali, di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Kamis 4 Maret 2021.

 

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Dishub Badung Akan Matikan LPJU Pada Sabtu 13 Maret Pukul 22.00 Wita

Baca juga: Pemuda Hindu Morowali Kecewa Tak Bisa Pawai Ogoh-ogoh, PHDI Bali Tegaskan Nyepi 2021 Hanya Sehari

“Namun jika terjadi peningkatan jumlah kasus yang diakibatkan oleh adanya kegiatan upacara keagamaaan, maka tidak menutup kemungkinan Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 mengubah sasaran dan akan mengarah kesana,” sambungnya.

Terkait adanya upacara Melasti yang dilaksanakan oleh umat Hindu, Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. selaku Karendalops (Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasi) Aman Nusa Agung II-2021 menjelaskan bahwa untuk pengamanannya diserahkan ke masing-masing satuan wilayah atau Polres agar pelaksanaannya berjalan aman, lancar serta mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat Bali yang akan melaksanakan upacara Melasti agar mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Jangan sampai ada klaster upacara agama,” imbau perwira melati tiga di pundak ini.

Karo Ops mengatakan, pelaksanaan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Bersama Nomor: 009/PHDI-Bali/I/2021 dan 002/MDA-Prov Bali/I/2021 tanggal 19 Januari 2021. 

Halaman
12
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved