Breaking News:

Virus Corona

Pelancong yang Tiba di China Kini Diwajibkan Tes Swab Anal, Pemerintah Asing Protes

Tes swab anal sebelumnya hanya digunakan di daerah China yang pernah mengalami wabah, namun sekarang sedang diperluas ke bandara

SHUTTERSTOCK/Leigh Prather
Ilustrasi genom virus corona, pengurutan genom virus, mutasi virus corona. CDC minta pengurutan genom virus corona di Amerika Serikat (AS) dapat dilipatgandakan atau ditingkatkan untuk memantau mutasi virus SARS-CoV-2. 

TRIBUN-BALI.COM - China mengeluarkan kebijakan baru terkait pencegahan Covid-19 di negaranya. 

Negeri tirai bambu tersebut kini mewajibkan bagi siapapun yang tiba di China untuk melakukan Swab Tes Anak atau tes usap dubur. 

Hal itupun memunculkan protes dari pemerintah asing. 

Diwartakan Mirror bahwa tes tersebut dilakukan dengan cara memasukkan kapas 3 sampai 5 sentimeter ke dalam anus kemudian memutarnya untuk mengambil sampel.

Cara tersebut diklaim Beijing merupakan cara yang lebih efektif untuk mendeteksi Covid, meski para kritikus mengatakan metode itu telah membuat orang menderita 'tekanan psikologis'.

Tes swab anal sebelumnya hanya digunakan di daerah China yang pernah mengalami wabah, namun sekarang sedang diperluas ke bandara, termasuk di Beijing dan Shanghai.

Dokter penyakit menular Li Tongzeng mengatakan jejak virus di anal dan sampel feses dapat tetap terdeteksi untuk waktu yang lebih lama daripada sampel yang diambil dari saluran pernapasan bagian atas.

Tes swab atau tes usap seperti itu "dapat meningkatkan tingkat akurasi orang yang terinfeksi", kata dokter senior dari rumah sakit Youan di Beijing, kepada media yang dikendalikan pemerintah, China Central Television (CCTV).

Para peneliti di Chinese University of Hong Kong (CUHK) mengatakan tes feses mungkin paling efektif dalam mengidentifikasi Covid-19 pada anak-anak.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2020, para ahli CHUK mengatakan anak-anak dan bayi membawa viral load yang lebih tinggi dalam kotoran mereka daripada orang dewasa.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved