Breaking News:

Berita Tabanan

Polres Tabanan Kerahkan 430 Personel Amankan Nyepi, Masyarakat Diharapkan Batasi Kegiatan

Polres Tabanan Kerahkan 430 Personel Amankan Nyepi Tahun Caka 1943, Masyarakat Diharapkan Batasi Kegiatan, Melasti Dilaksanakan Secara ‘Ngubeng’

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat rakor terkait pengamanan perayaan rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1943 di Mapolres Tabanan, Jumat 5 Maret 2021 - Polres Tabanan Kerahkan 430 Personel Amankan Nyepi, Masyarakat Diharapkan Batasi Kegiatan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Jajaran Polres Tabanan bersama Pemkab Tabanan, FKUB Tabanan, tokoh adat dan tokoh lintas beragama, serta Majelis Alitan se-kabupaten Tabanan menggelar kegiatan rapat koordinasi terkait pengamanan perayaan rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1943 di Mapolres Tabanan, Bali, Jumat 5 Maret 2021.

Dalam pembahasan tersebut, intinya seluruh kegiatan saat perayaan Nyepi untuk sementara dibatasi di tengah pandemi ini untuk mencegah timbulnya klaster baru.

Secara keseluruhan, jajaran Polres Tabanan yang dikerahkan untuk pengamanan selama rangkain Hari Raya Nyepi tahun caka 1943 ini sebanyak 430 personel.

Jumlah tersebut akan bersinergi dengan pihak lainnya seperti linmas serta pecalang yang ada di desa adat saat menggelar rangkaian mulai dari kegiatan melasti, pengrupukan, hingga ngembak geni.

Baca juga: Jangan Sepelekan Brata Nyepi, Ini Maknanya Dalam Hindu Bali

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Harga Barang Mulai Naik di Gianyar Bali

Baca juga: PHDI: Internet Tak akan Padam, 3 Lembaga Sepakat, Nyepi Tanpa Internet dan Siaran di Bali

Wakapolres Tabanan, Kompol I Ketut Gelgel mengatakan, rapat koordinasi ini melibatkan semua elemen masyarakat untuk menegaskan bahwa seluruh kegiatan dalam rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1943 di tengah pandemi ini untuk dibatasi sementara untuk mencegah terjadinya klaster baru.

Kompol Gelgel melanjutkan, sesuai edaran bersama PHDI dan MDA Bali intinya mengatur tentang pelaksanaan Hari Raya Nyepi ini salah satunya meniadakan kegiatan ogoh-ogoh.

Selain itu, untuk rangkaiannya seperti prosesi melasti hanya dilaksanakan di wilayahnya atau wewidangan desa adat.

"Mulai dari proses melasti akan dilaksanakan secara ngubeng atau di wilayahnya sendiri. Misalnya suatu desa akan melaksanakan melasti di beji atau campuhan atau pantai terdekat di wilayahnya. Dan tentunya tidak melibatkan orang banyak," ungkap Kompol Gelgel usai rakor di Mapolres Tabanan, Bali, Jumat 5 Maret 2021.

Kemudian untuk pelaksanaan tawur kesanga yang dilaksanakan di catus pata hanya melibatkan pihak srati untuk mencegah timbulnya kerumunan.

Selanjutnya adalah pada malam pangerupukan yang identik dengan perayaan oleh anak muda agar ditiadakan sementara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved