Breaking News:

Suhadi Bandar Narkoba Jensi Ganja, Beraksi Sejak 2010 dan Menjadi Bandar Sejak 4 Tahun Lalu

Pelaku Suhadi 38 tahun asal Lampung Utara yang diringkus Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Firizqi Irwan/Tribun Bali
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Mikael Hutabarat melaksanakan rilis kasus narkoba di loby depan Mapolresta Denpasar, Jumat 5 Maret 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaku Suhadi 38 tahun asal Lampung Utara yang diringkus Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Ia terbukti menyimpan 101 paket ganja seberat 30 kilogram dan beberapa paket lainnya.

Dikatakan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan pada Jumat 5 Maret 2021 sore.

Di loby depan Mapolresta Denpasar, Suhadi merupakan bandar lintas Provinsi sejak 4 tahun lalu.

Pelaku Bandar Narkoba Jenis Ganja, Bawa Dari Aceh Hingga Denpasar Melalui Jalur Darat

"Dari tersangka inisial S ini dia sudah menjalankan profesi ini sejak tahun 2010 kemudian menjadi Bandar lintas Provinsi dari tahun 2018," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Jumat 5 Maret 2021.

Sementara pelaku lainnya yakni Rio asal Jakarta yang berperan sebagai kurir narkoba, ternyata sudah di Bali sejak tahun 2010.

Rio dikatakan Kombes Jansen telah menjadi pengedar sejak tahun 2018 dan sudah lima kali melakukan penempelan di daerah Denpasar dengan upah mendapat 500 ribu sekali tempel.

"Memang dia (Rio) sudah berdomisili di Bali sejak 2010. Sementara mereka melakukan peredaran ini sejak 2018.

Baca juga: Lagi, Dua Bandar dan Puluhan Paket Narkoba Ditemukan Polresta Denpasar

Tentunya ada barang bukti uang adalah hasil penjualan dan ini merupakan sisa. Ini masih kita kembangkan terus," tambahnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Mikael Hutabarat terkait jaringan.

Ia mengaku masih melakukan perkembangan lebih lanjut dan kemungkinan masih ada beberapa pelaku lainnya.

"Namanya jaringan pasti kita kembangkan kemungkinan ada pelaku lainnya. Untuk kasus ini otaknya (peredaran narkoba) S dan R ini membantu,"

Baca juga: Puluhan Personel Polres Bangli Bali Jalani Tes Narkoba

"Sejak 2018 sudah berkali-kali melakukan dan baru ini ketangkep. Untuk semua barang total mencapai 1,5 miliar," jelas Kombes Pol Jansen. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: M. Firdian Sani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved