Breaking News:

Berita Internasional

China Klaim Taiwan Masih Menjadi Bagian dari Wilayahnya

Beijing berkomitmen untuk mempromosikan pertumbuhan damai hubungan di Selat Taiwan dan "reunifikasi" China,” kata Perdana Menteri Li Keqiang pada hari

Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via AP
Dalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan 

TRIBUN-BALI.COM - China dengan tegas akan mencegah setiap aktivitas separatis untuk mendorong kemerdekaan Taiwan.

“Tetapi Beijing berkomitmen untuk mempromosikan pertumbuhan damai hubungan di Selat Taiwan dan "reunifikasi" China,” kata Perdana Menteri Li Keqiang pada hari Jumat 5 Maret 2021.

China, yang mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau itu dalam beberapa bulan terakhir, menanggapi apa yang disebutnya "kolusi" antara Taipei dan Washington, pendukung dan pemasok senjata internasional utama Taiwan.

Berbicara pada pembukaan pertemuan tahunan parlemen China, Li mengatakan Beijing berpegang pada prinsip "satu China", yang menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari China.

Baca juga: China Akan Terbitkan Paspor Vaksin untuk Hidupkan Pariwisata, Bisa Ditiru Indonesia

China tetap berkomitmen "untuk mempromosikan pertumbuhan damai hubungan di seluruh Selat Taiwan dan reunifikasi China", katanya kepada sekitar 3.000 delegasi di Balai Besar Rakyat Beijing.

"Kami akan tetap sangat waspada dan dengan tegas mencegah aktivitas separatis yang mencari kemerdekaan Taiwan," tambah Li.

“Kami akan mempromosikan pertukaran, kerja sama, dan pembangunan terintegrasi di seluruh Selat Taiwan.

Bersama-sama kita dapat membentuk masa depan yang cerah untuk bangsa kita yang hebat," tambahnya.

Sebagian besar orang Taiwan tidak menunjukkan minat untuk diperintah oleh China yang otokratis, dan juga sangat mendukung protes anti-pemerintah di Hong Kong yang dikelola China.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen terpilih kembali secara telak tahun lalu dengan janji membela demokrasi pulau itu.

China percaya Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi Taiwan, garis merah bagi pemerintah China yang tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendali Beijing.

Tsai mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka yang disebut Republik Cina, nama resminya.(*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved