Virus Corona

Virus Corona B.1.1.7 Sebenarnya Sudah Lama Menyebar di Indonesia Tanpa Terdeteksi?

Benarkah virus B.1.1.7 sebenarnya sudah lama masuk Indonesia tanpa terdeteksi? Berikut ini penjelasan selengkapnya

Editor: Irma Budiarti
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Ilustrasi varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris. Benarkah virus B.1.1.7 sebenarnya sudah lama masuk Indonesia tanpa terdeteksi? Berikut ini penjelasan selengkapnya. 

TRIBUN-BALI.COM - Benarkah virus B.1.1.7 sebenarnya sudah lama masuk Indonesia tanpa terdeteksi?

Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Presiden RI Joko Widodo meminta masyarakat tak khawatir dengan temuan virus corona varian B.1.1.7 di Indonesia.

Jokowi menyebut, dua pasien yang terpapar virus tersebut saat ini sudah dinyatakan negatif.

Namun, publik pantas khawatir.

Baca juga: Pasien yang Terpapar Mutasi Virus Corona B117 Sudah Sehat, Kemenkes: Vaksin Sinovac Masih Efektif

Pasalnya, tidak ada jaminan bahwa baru dua pasien yang telah terpapar mutasi virus corona asal Inggris itu.

Kemampuan pemeriksaan dan pelacakan kasus Covid-19 di Indonesia jauh dari mumpuni meski pandemi sudah setahun berlangsung.

Hal ini bermuara pada kemungkinan varian yang diprediksi 40-70 persen lebih menular ini telah meluas di dalam negeri tanpa terdeteksi, termasuk di Jakarta.

Bahkan, Pemprov DKI Jakarta yang selama ini kemampuan testingnya paling memadai di level nasional, tak menutup kemungkinan akan hal tersebut.

"Jangan-jangan B.1.1.7 mungkin sudah dulu hadir sebelum kita mengidentifikasi kemarin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, dalam diskusi virtual, Jumat 5 Maret 2021.

Dwi menjelaskan, tidak semua pemeriksaan sampel kasus positif Covid-19 di Indonesia, khususnya di Jakarta, diteruskan dengan pemeriksaan genom sekuens yang bisa mendeteksi genom virus yang berbeda.

Pemeriksaan genom sekuens tidak bisa dilakukan secara massal.

Karena saat ini hanya ada beberapa laboratorium pusat yang bisa melakukan pemeriksaan tersebut.

"Taruhlah 1.000 kasus baru saja (terjadi di Jakarta dalam sehari), rasanya tidak mungkin kalau 1.000 kasus baru itu dilakukan tindak lanjut dengan genom sekuens," ucap Dwi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved