Breaking News:

Berita Gianyar

Begini Mekanisme Pengolahan Sampah di TPS3R Desa Taro Gianyar

Gedung penempatan sampah organik yang kita dapat di warga, mesin blower dan mesin pengayak," ujarnya, Senin 8 Maret 2021.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kondisi TPS3R Desa Taro, Senin 8 Maret 2021. Dikarenakan sampah yang masuk sudah terpilah, sehingga sampah tidak menumpuk sembarangan. Selain itu, bau busuk pun bisa diatasi. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Manager Fasilitas TPS3R Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali, I Made Dedi Sutrisna mengatakan, dalam mengangkut sampah dari rumah tangga dan tempat usaha di Desa Taro, pihaknya memanfaatkan dua unit truk sampah dan satu unit mobil pick up untuk mengambil sampah di perumahan yang sulit diakses truk.

"Kita punya dua truk dan pick up.

Gedung penempatan sampah organik yang kita dapat di warga, mesin blower dan mesin pengayak," ujarnya, Senin 8 Maret 2021.

Mekanismenya, kata dia, sampah tersebut diangkut pagi ke desa adat yang dijadwalkan.

Baca juga: Desa Taro Gianyar Sukses Kelola TPS3R, Raih Piagam Kalpataru hingga Diberi Truk Sampah oleh Bupati

Kata dia, dalam sehari, pihaknya tidak langsung mendatangi semua banjar.

"Ada jadwalnya per desa adat. Kalau dalam satu desa adat jumlah penduduknya banyak seperti di Desa Adat Taro Kaja, dalam sehari kita fokus di sana.

Kadang dalam sehari kita ambil di dua atau tiga banjar tergantung jumlah warganya," ujarnya.

Setelah sampah diangkut, sampah tersebut kembali disortir oleh staf TPS3R.

Setelah itu, sampah organiknya dicacah, dan didiamkan selama tiga bulan.

"Setelah itu, dicampurkan dengan kotoran sapi maupun daun bambu, lalu dikemas dan didistribusikan ke objek wisata Kunang-kunang, prosedurnya melalui desa," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved