Breaking News:

Berita Gianyar

Berkat TPS3R, Desa Taro Gianyar Bali Punya Kebun Organik Untuk Kebutuhan Posyandu

Terkait buah-buahan ini, dikelola oleh pihak desa untuk digunakan sebagai makanan sehat, yang diberikan saat kegiatan posyandu. 

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Bendahara BUMDes Taro, I Wayan Eka Yowana menunjukkan hasil perkebunan organik di Desa Taro yang memanfaatkan pupuk organik TPS3R Desa Taro, Senin 8 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Keberadaan TPS3R Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali dampaknya relatif luas.

Satu di antaranya terkait kebutuhan makanan sehat untuk kegiatan posyandu.

Dimana TPS3R yang menghasilkan pupuk organik, kita Desa Taro memiliki kabun organik.

Pantauan Tribun Bali, Senin 8 Maret 2021 di kebun organik Desa Taro, terdapat berbagai tanaman yang ditanami.

Seperti, pohon pepaya, markisa, sayuran termasuk juga bunga gumitir yang dijual menjelang hari raya.

Terkait buah-buahan ini, dikelola oleh pihak desa untuk digunakan sebagai makanan sehat, yang diberikan saat kegiatan posyandu. 

Baca juga: Satu-satunya di Bali, Posyandu Melati Banjar Tegeh Sari Tonja Denpasar Raih Peringkat VI Nasional

Baca juga: Posyandu Remaja Denpasar Adakan Sosialisasi Masalah Jiwa, Napza dan Bahaya Corona

"Kebun organik ini, hasilnya kita berikan ke warga melalui kegiatan posyandu, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan posyandu bisa diminimalisir. Seain itu, dikarenakan organik, kualitasnya tentu terjamin," ujar Bendahara BUMDes Taro, I Wayan Eka Yowana. 

Perbekel Taro, I Wayan Warka mengatakan, terkait pupuk yang dihasilkan TPS3R Desa Taro, pihaknya ingin supaya nantinya desa yang dipimpinnya menjadi kawasan pertanian organik.

Karena itu, iapun berharap supaya masyararakat mengurangi penggunaan sampah non organik atau plastik, dan memperbanyak menggunakan bahan-bahan organik, supaya produksi pupuk TPS3R terus bertambah. 

Dengan bertambahnya produksi pupuk organik ini, TPS3R dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani. Baik di Desa Taro sendiri, maupun desa lainnya.

"Jika kami berhasil menciptakan pertanian organik, maka kualitas tanah kami akan baik, dan bisa diwariskan pada generasi mendatang," ujarnya.

Selain itu, pemasaran pertanian organik juga relatif luas. Sebab saat ini, hotel, restoran dan rumah makan berkelas, hanya mau menerima hasil olahan dari pertanian organik.

Dengan demikian, ketika pariwisata pulih, dan pertanian organik di Desa Taro bisa berkembang, dampaknya akan bagus bagi perekonomian masyarakat yang bergerak di bidang pertanian.

"Mudah-mudahan kami bisa mewujudkannya," harapnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved