Breaking News:

Berita Bali

Cerita Ida Panditha Mpu Nabe Giri Natha Daksha Dharma Saat Memutuskan Pediksan Ida Mas Dalem Segara

Ida Mpu Nabe Giri Natha saat ditemui Senin 8 Maret 2021 membenarkan jika Ida Mas Dalem Segara merupakan salah satu nanak-nya

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ida Panditha Mpu Nabe Giri Natha Daksha Dharma saat ditemui di Griya Gede Penida Pemacekan di Lingkungan Banjar Nyalian, Kelurahan Kawan. Senin 8 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Ida Mpu Nabe Giri Natha saat ditemui Senin 8 Maret 2021 membenarkan jika Ida Mas Dalem Segara merupakan salah satu nanak-nya.

Kepada Tribun Bali, Ida Mpu Nabe kemudian membeberkan proses pediksan Ida Mas Dalem Segara.

Menurut Ida, prosesi pediksaan Ida Mas Dalem Segara tidak semudah yang dipikirkan orang lain.

Ketika masih sebagai welaka, Ida Mas Dalem Segara memohon pediksaan ke Griya Gede Penida Pemacekan di Lingkungan Banjar Nyalian, Kelurahan Kawan, Bangli, Bali saat berusia 20 tahun.

Terkait Dulang Viral, Guru Nabe Ida Mas Dalem Segara Angkat Bicara: Kita Harus Introspeksi Diri

Kala itu, Ida Mpu Nabe Giri Natha tidak serta-merta menerima Ida Mas Dalem Segara sebagai calon diksita.

“Banyak tatanan-tatanan yang perlu dilalui dari calon diksita. Menguji kesungguhan hatinya menyatakan diri mau menjalankan dharmaning kewikon. Apakah tyang sebagai seorang nabe harus selalu berpikir negatif pada orang, kan tidak.

Tetap setelah tyang amati dari setahun, dua tahun, dan dia bisa taat dengan apa yang tyang berikan persyaratan, sehingga bisa di-diksa menjadi seorang sulinggih,” jelasnya.

Diungkapkan pula, dalam pediksan, Ida Mas Dalem Segara juga telah melalui tes jasmani-rohani dan sebagainya.

Sebab apabila calon diksita tidak melampirkan surat sehat jasmani-rohani, surat kelakuan baik, tidak cacat hukum, maka tidak mungkin dilegalkan oleh Parisadha.

“Setelah verifikasi dilakukan dan dinyatakan lengkap oleh welaka, diserahkan kepada Dharma Upapati (Organisasi Kesulinggihan Kabupaten Bangli). Dari Dharma Upapati menunjuk penugasan untuk melakukan Diksa Pariksa, dan kembali diperiksa secara kesiapannya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved