Breaking News:

Mulai 10 Maret 2021, Penumpang Pesawat Dilarang Membawa Korek Api Kayu dan Pemantik Api

Poin itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 211 Tahun 2020 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
ilustrasi-Pesawat Parkir Longstay di Bandara Ngurah Rai. Mulai 10 Maret, Penumpang Pesawat Dilarang Membawa Korek Api Kayu dan Pemantik Api 

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira menyampaikan siap mendukung pemberlakuan peraturan tersebut.

"Tentu kami mendukung setiap peraturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

Keputusan itu tak lain dan tak bukan adalah upaya untuk Keamanan Penerbangan Nasional," imbuh Taufan, Senin 8 Maret 2021 saat dikonfirmasi tribunbali.com.

Lebih lanjut ia mengatakan Tim Aviation Security (Avsec) akan melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap penumpang.

"Apabila ditemukan penumpang membawa korek api cair, kayu, maupun korek api zippo, maka akan dilakukan penyitaan oleh petugas Avsec," tegasnya.

Taufan juga menyampaikan kepada seluruh calon penumpang agar dapat memahami peraturan itu demi keamanan penerbangan kita bersama diharapkan untuk tidak membawa dan menyimpan korek api kayu dan pemantik api saat akan melakukan perjalanan udara.

Baca juga: Jam Operasional Bandara Ngurah Rai Bali Dikurangi, AirNav: Rata-rata Pergerakan Pesawat 80 per Hari

"Kami imbau kepada seluruh penumpang pesawat udara dilarang untuk membawa korek api kayu dan pemantik api. Apabila ditemukan penumpang membawanya akan kami sita," ungkapnya.

Sebelumnya aturan larangan membawa pemantik api ini sudah ada karena masuk ke dalam barang terlarang atau prohibited items yang dibatasi dalam penerbangan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 (PM 80 Tahun 2017), benda-benda seperti power bank, korek api, dan sejumlah benda tajam, dianggap termasuk dalam kategori prohibited items karena berpotensi dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai, dan menghilangkan nyawa orang lain, serta dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved