Berita Denpasar

Cemburu Ada Lelaki Lain,Oki Tikam Pacarnya Hingga Tewas,Hakim PN Denpasar Beri Hukuman Bui 13 Tahun

Oki diganjar hukuman penjara selama 13 tahun, karena bersalah telah menghilangkan nyawa pacarnya, Elsabet Adji.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Oki dijatuhi hukuman 13 tahun penjara, setelah dinyatakan bersalah menikam pacarnya hingga tewas. Oki menikam pacarnya, karena cemburu. 

Namun korban tidak membuka pintu kamar. Terdakwa menaruh curiga kenapa korban tidak membukakan pintu seperti biasanya.

Terdakwa pun melihat sapu lidi di samping kamar korban. Sapu lidi diambil, lalu dilemparkan terdakwa ke kamar melalui pentilasi.

Sesaat kemudian dari dalam kamar, terdakwa melihat seorang laki-laki yang tidak dikenalnya menyingkap kain gorden jendela.

Terdakwa pun terkejut melihat kejadian tersebut dan berpikir kenapa pacarnya (korban) memasukkan laki-laki lain ke kamarnya dan tidur bersama.

Terdakwa pun emosi terhadap korban pada malam itu, lalu pergi ke dapur umum kos mengambil pisau.

Pisau diselipkan dipinggangnya dan terdakwa pergi ke bedeng di Perumahan Puri Gading, Nusa dua, Badung.

"Terdakwa memang sudah berniat akan menusuk korban dengan pisau tersebut, lantaran cemburu melihat pacarnya (korban) memasukan laki-laki lain di kamar," ungkap Jaksa Agung Teja.

Berlanjut, Senin, 10 Agustus 2020 sekitar pukul 12.00 Wita, terdakwa dengan korban saling chat dan akan bertemu di kos.

Namun korban menolak bertemu dengan terdakwa di kamar kos.

Korban meminta bertemu di luar kos. Setelah ada kesepakatan bertemu, terdakwa berangkat dari bedeng dan telah menyelipkan pisau di pinggangnya.

Baca juga: Laka Lantas Terjadi di Denpasar, Tiga Orang Alami Luka Pendarahan Aktif hingga Dicurigai Patah Paha

Sekitar pukul 13.40 Wita di sebuah gang dekat kos tersebut korban sudah menunggu.

Terdakwa langsung turun dan mendekati korban dan secara tiba-tiba mencabut pisau dari pinggangnya, lalu menikam korban mengenai bagian hulu hati.

Usai menikam korban, terdakwa mencabut pisau dan membuangnya. Kemudian terdakwa melarikan diri.

Korban dengan kondisi bersimbah darah berusaha berteriak meminta tolong sembari memegang perutnya.

Teriakan korban memancing datangnya warga dan korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Mangusada.

Namun belum sampai di rumah sakit, korban meninggal akibat tikaman yang dilakukan oleh terdakwa. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved