Breaking News:

Fakta Terbaru KKB Papua, Ada Musuh Baru yang Dihadapi TNI-Polri

Namun demikian sesungguhnya ada musuh lain selain KKB Papua, yang berasal dari dalam dan luar negeri.

(Youtube Surya Online)
Ilustrasi KKB Papua 

TRIBUN-BALI.COM- Ada fakta terbaru tentang tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua terkait aksi kejinya. 

Adapun fakta-fakta ini dibeberkan oleh Kepala Peneragan Kogabwilhan III, Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa, pada Senin 8 Maret 2021. 

Kepala Penerangan Suriastawa menyebut kalau sebenarnya KKB Papua merupakan salah satu dari pecahan sayap Organisasi Papua Merdeka atau OPM.

Baca juga: Sejarah Dan Kehebatan Paskhas TNI AU, Pasukan Elite yang Tak Tumbang Digempur KKB Papua 2,5 Jam

Adapun KKB Papua juga bersaing dengan sayap OPM lainnya untuk berebut kepentingan.

Namun demikian sesungguhnya ada musuh lain selain KKB Papua, yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Berikut rangkuman faktanya dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'Lawan TNI-Polri Bukan Lagi Hanya KKB, Ini Musuh Baru yang Dihadapi Terkait Papua'

1. KKB Papua pecahan sayap OPM

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Gusti Nyoman Suriastawa, mengungkap kekuatan dan cara kelompok Organisasi Papua Merdeka atau OPM melakukan perlawanan terhadap TNI-Polri.

Menurut dia, terdapat banyak faksi di lingkup internal OPM.

Mereka pun saling berebut kepentingan. Namun demikian, secara garis besar ada tiga sayap gerakan di tubuh OPM.

Ketiga sayap gerakan tersebut, kata Suriastawa, di antaranya yakni sayap politik, klandestin, dan bersenjata.

Sayap yang disebut terakhir adalah KKB Papua yang selama ini melakukan teror terhadap warga dan serangan kepada TNI-Polri.

"Di internal mereka terdapat banyak faksi dan saling berebut kepentingan," kata Suriastawa melalui keterangan resminya pada Senin (8/3/2021).

"Namun secara garis besar kelompok yang menamakan dirinya OPM ini terdiri dari 3 sayap gerakan, yaitu sayap politik, klandestin dan bersenjata." lanjut Suriastawa.

2. Gunakan Cara yang Jahat

Suriastawa melanjutkan, ketiga sayap gerakan tersebut melakukan aksi keji dengan memanfaatkan media sosial atau medsos untuk saling berkomunikasi.

Biasanya, ketiga sayap gerakan OPM tersebut berkomunikasi untuk merencanakan aksi.

Selain itu, juga menyebarkan berita bohong.

Hal itu dilakukan untuk membentuk opini publik, sehingga membuat citra buruk tentang pemerintahan Indonesia, termasuk TNI-Polri terkait persoalan Papua.

"Tiga sayap gerakan ini memanfaatkan medsos untuk saling berkomunikasi, merencanakan aksi dan menyebarkan berita bohong," ucap Suriastawa.

"Membentuk opini buruk memang cara mereka untuk menyudutkan pemerintah Indonesia (termasuk TNI/Polri) terkait masalah Papua melalui berbagai platform medsos." lanjut Suriastawa.

3. Mengaku berhasil tembak mati TNI-Polri

Dalam praktiknya, Suriastawa menjelaskan, grup mereka di medsos sering memberitakan bahwa mereka berhasil menembak mati puluhan TNI-Polri.

Termasuk menyebutkan waktu dan tempat kejadian dalam menyebarkan informasinya. Ini dilakukan agar seolah-olah aksi yang mereka lakukan benar-benar terjadi.

"Mereka di medsos sering memberitakan berhasil menembak mati puluhan TNI/Polri dengan menyebut waktu dan tempat tertentu agar seolah-olah benar terjadi, padahal berita tersebut bohong," ujarnya.

4. Musuh lain dari dalam dan luar negeri

Lebih lanjut, Suriastawa mengatakan, bahwa yang dihadapi pihak TNI-Polri saat ini bukan lagi hanya dari KKB Papua saja.

Melainkan juga kelompok klandestin. Kelompok ini, kata Suriastawa, berada di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, profesi kelompok ini bisa apa saja.

"Jadi, yang dihadapi bukan hanya KKB Papua yang ada di gunung-gunung saja," kata Suriastawa.

"Tetapi juga politik (dalam dan luar negeri) dan kelompok klandestin yang bisa berprofesi apapun." pungkas Suriastawa.

1 anggota KKB Papua tewas

Sebelumnya, baku tembak antara Yonif Raider 715/MTL Kostrad dan KKB Papua ini terjadi di Kampung Puyagia, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, Papua, Sabtu (6/3/2021) pukul 11.52 WIT.

Anggota TNI yang terlibat dalam kontak bersenjata ini adalah Tim Alap-Alap 2 pimpinan Letda Inf Alif dari Yonif Raider 715/MTL.

Seperti dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'Lagi, Terjadi Kontak Tembak TNI-Kelompok Separatis Papua, 1 Orang Tewas'

Dalam rilis pers, Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa memperkirakan, KKB Papua yang terlibat dalam adu tembak itu berasal dari kelompok Undianus Kogoya.

Mereka berjumlah 4 orang dan membawa 1 pucuk senjata.

Sebelum bertemu Tim dari Yonif Raider 715/MTL Kostrad, kelompok ini sedang bergerak dari arah Kampung Pesiga menuju ke Kampung Kumbalagupa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya.

Seorang anggota KKB Papua tewas dalam kontak tembak ini.

Sementara, tidak ada korban dari TNI karena kontak tembak ini.

“Dari kontak tembak tersebut, dilaporkan 2 orang KKB Papua tertembak (1 orang tewas dan 1 orang tertembak di kaki tetapi berhasil melarikan diri), KKB Papua lain kabur membawa senjata,” ungkap Kolonel Suriastawa.

Kolonel Suriastawa menambahkan, pihaknya belum mengetahui identitas KKB Papua yang tewas itu.

Menurut keterangannya, anggota KKB Papua itu tak membawa tanda pengenal.

Warga setempat juga tak mengenalinya.

Warga Kampung Sonetapa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya saat ini sedang melakukan pengurusan jenazah anggota KKB Papua itu.

Melansir dari Wikipedia, Yonif Raider 715/MTL Kostrad awalnya merupakan Batalyon Infanteri berkualifikasi Raider yang berada di bawah Komando Brigade Infanteri 22/Ota Manasa Kodam XIII/Merdeka, Kostrad dengan nama Batalyon Infanteri 221/Motuliato.

Personel awal berasal dari pergeseran pasukan (serpas) dari Divisi Infanteri 1/Kostrad dan Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Markas batalyon berkedudukan di Motilango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.

Komandan Batalyon yang pertama dijabat oleh Letkol Inf Dendi Suryadi.

Pada 28 Agustus 2012, Demi efektivitas dan efisiensi rentang kendali dan administrasi, Brigif 22/Ota Manasa Kostrad yang berada di Gorontalo dialih-kodalkan (alih komando dan pengendalian) ke komando kewilayahan Kodam VII/Wirabuana.

Dengan demikian Yonif 221, 222, dan 223 yang menjadi pasukan kerangka Brigif 22 selanjutnya dilebur menjadi Yonif 715/Motualito dan bersama dengan Batalyon Infanteri 711/Raksatama dan Batalyon Infanteri 713/Satyatama berada di Gorontalo Utara.

Membentuk Brigif 22/Ota Manasa yang berada di bawah komando Kodam VII/Wirabuana.

Yonif Raider 715/MTL terdiri dari Kompi markas dan kompi bantuan yang berada di Desa Tolonio, Kompi senapan A dan Kompi B berada di Motilango sementara Kompi senapan C berada di Sumalata.

Yonif Raider 715/MTL merupakan Batalyon termuda di jajaran TNI AD, tetapi Prestasi yang diraih dari Prajurit Yonif Raider 715/MTL tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sebagai pasukan berkualifikasi Raider, Yonif Raider 715/MTL dilatih hingga memiliki beberapa kemampuan seperti:

1. Punya Skill Tempur Khusus

2. Senjata Pasukan Raider

3. Ahli dalam Berbagai Operasi Khusus

4. Dapat Tidur di Bawah Guyuran Hujan

5. Pejalan Kaki yang Tangguh, Mampu Berjalan hingga Ratusan Kilometer.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Fakta Terbaru KKB Papua dan Aksi Kejinya, TNI-Polri Ungkap Musuh Lain Ada di Dalam dan Luar Negeri

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved