Breaking News:

Berita Buleleng

Kucuran Dana BKK dari Pemprov Batal, RSUD Buleleng Tunda Buat Fasilitas Pelayanan Jantung Terpadu

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, Buleleng sangat membutuhkan fasilitas pelayanan jantung terpadu

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pengadaan sejumlah alat kesehatan untuk RSUD Buleleng tahun ini terpaksa ditunda.

Ini lantaran Pemprov Bali batal mengucurkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada seluruh kabupaten yang ada di Bali.

Padahal melalui dana BKK itu, RSUD Buleleng salah satunya telah merancang ingin membuat fasilitas pelayanan jantung terpadu, dilengkapi dengan peralatan khusus seperti cathlab.

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, Buleleng sangat membutuhkan fasilitas pelayanan jantung terpadu.

Baca juga: Ruas Jalan Singaraja-Gilimanuk dan 20 Rumah Warga di Pejarakan Buleleng Terendam Banjir

Sebab dalam sebulan saja, ada sekitar 20 pasien di RSUD Buleleng, yang perlu mendapatkan penanganan berupa kateterisasi jantung.

Mengingat pihaknya belum memiliki peralatan khusus, pasien pun terpaksa dirujuk ke RSUP Sanglah, atau hanya diberikan obat-obatan.

“Saya sebenarnya sangat memohon sekali agar Buleleng ini minimal punya cathlab. Pasien dengan penyakit jantung sebenarnya harus mendapatkan penanganan langsung.

Misalnya terjadi pembekuan darah pada jantungnya, kalau kami sudah punya cathlab, kami bisa langsung mengambil tindakan berupa menyingkirkan gumpalan darahnya dengan pemasangan ring.

Kalau selama ini tindakan yang diberikan hanya pemberian obat-obatan, atau pasien dirujuk ke Denpasar,” jelasnya.

Anggaran yang dibutuhkan untuk membuat fasilitas pelayanan jantung terpadu ini diperkirakan sebesar Rp 15 Miliar.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved