Breaking News:

Berita Gianyar

Petani Desa Sidan Gianyar Panen Padi Organik Seluas 35 Hektare, Harga Lebih Mahal 50 Persen

Di awal tahun 2021 ini, Desa Sidan, Kelurahan/Kecamatan Gianyar, Bali, berhasil memanen padi organik seluas 35 hektare.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana panen padi organik di Desa Sidan, Gianyar, Bali, Selasa 9 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di awal tahun 2021 ini, Desa Sidan, Kelurahan/Kecamatan Gianyar, Bali, berhasil memanen padi organik seluas 35 hektare.

Di mana hasil panen para petani tersebut kini ditampung oleh BUMDes Merta Rahayu.

Saat ini para petani pun merasakan manfaatnya.

Sebab nilai jualnya lebih mahal 50 persen dari padi biasa.

Sebelum dijual, pihak desa juga telah melakukan uji lab terkait keorganikan pada yang dihasilkan, hasilnya pun murni organik.

Perbekel Sidan, Wayan Sukra Suyasa, Selasa 9 Maret 2021 mengatakan, pihaknya tidak menyangka akan bisa menghasilkan padi organik dengan jumlah yang relatif besar.

Baca juga: Begini Mekanisme Pengolahan Sampah di TPS3R Desa Taro Gianyar

Baca juga: DLH Karangasem Rencana Manfaatkan Lahan Galian Untuk Buang Sampah Organik Maupun Non Organik

Baca juga: Olah Sampah Unorganik Jadi Berkah di TPST Jembrana

Sebab, saat program ini dirancang pihaknya, membutuhkan tenaga ekstra dalam mensosialisasikan.

Sebab saat itu banyak petani yang takut terjun ke padi organik karena takut gagal panen atau hasilnya tidak memuaskan. 

"Namun kini telah dirasakan, hasilnya bagus. Terbukti dengan padi organik hasil panen meningkat, dari 5,5 ton per hektar menjadi 6,2 ton. Soal harganya, tentu lebih mahal 50 persen dari padi biasa," ujarnya.

Saat ini hasil panen tersebut telah dibeli oleh BUMDes Merta Rahayu.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved