Berita Denpasar

Didatangi Polisi Usai Pijat di Penginapan Kuta, Sukandi Pasrah Dihukum 6 Tahun Penjara Karena Sabu

Didatangi Polisi Usai Pijat di Penginapan Kuta, Sukandi Pasrah Dihukum 6 Tahun Penjara Karena Sabu

Penulis: Putu Candra | Editor: Widyartha Suryawan
Ilustrasi - Didatangi Polisi Usai Pijat di Penginapan Kuta, Sukandi Pasrah Dihukum 6 Tahun Penjara Karena Sabu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak banyak yang disampaikan terdakwa Sukandi (34) saat dijatuhi hukuman enam tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Dalam sidang yang digelar secara daring, terdakwa terlihat pasrah dan langsung menyatakan menerima putusan itu. Sukandi divonis bersalah terlibat tindak pidana narkotik.

Pria kelahiran Indramayu, Jawa Barat, 13 Nopember 1986 ini dibekuk petugas kepolisian di sebuah penginapan seputaran Seminyak, Kuta, Badung.

Ketika digeledah, ditemukan beberapa paket sabu, timbangan elektrik serta alat isap sabu (bong). 

"Terdakwa langsung menerima, dan kami pun selaku penasihat hukum menerima. Jaksa juga menerima," terang Luh Putu Rina Laksmita Putri selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Rabu, 11 Maret 2021.

Luh Putu Rina Laksmita bersama rekannya dari PBH Peradi Denpasar saat mendampingi terdakwa Sukandi menjalani sidang dari di PN Denpasar.
Luh Putu Rina Laksmita bersama rekannya dari PBH Peradi Denpasar saat mendampingi terdakwa Sukandi menjalani sidang dari di PN Denpasar. (Tribun Bali/Putu Candra)

Putusan majelis hakim tersebut turun dua tahun dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Pengacara dari Pusat Bantuaj Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, sebelumnya JPU melayangkan tuntutan delapan tahun penjara, dan denda Rp 1 miliar subsidair dua bulan penjara.

"Putusan hakim lebih ringan dua tahun," ungkap Rina Laksmita.

Meski putusan lebih ringan, majelis hakim sependapat dengan dakwaan JPU.

Oleh karena itu, Sukandi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I. Sebagaimana Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Ditangkap Usai Pijat
Dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, terdakwa ditangkap di kamar penginapan, Jalan Nakula Barat, Seminyak, Kuta, Badung, Minggu 8 November 2020, sekira pukul 16.40 Wita.

Sehari sebelum ditangkap, sekitar pukul 14.00 Wita terdakwa memesan sabu kepada Sandra Hendra Susilawati (terdakwa dalam penuntutan terpisah) sebanyak 9 gram.

Terdakwa pun mentransfer uang pembelian sabu sebesar Rp 1 juta. 

Keesokan harinya, terdakwa dihubungi oleh Sandra, dan mengatakan telah berada di depan pintu kamarnya. Lalu Sandra menyerahkan 1 paket plastik klip sabu seberat 9 gram ke terdakwa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved