Berita Klungkung

Tawur Agung Berkonsep 'Kuncup Mekar', Warisan Kejayaan Klungkung Sebagai Pusat Kerajaan di Bali

Hanya di Klungkung, prosesi Tawur Agung menjelang Hari Raya Nyepi menggunakan konsep " Kuncup Mekar". 

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Panitia sudah melakukan persiapan serangkaian prosesi upacara Tawur Agung di Catus Pata, Pusat Kota Semarapura, Kamis (11/3/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hanya di Klungkung, prosesi Tawur Agung menjelang Hari Raya Nyepi menggunakan konsep " Kuncup Mekar". 

Konsep ini sudah dilaksanakan secara turun-menurun, sejak Klungkung masih menjadi pusat kerajaan di Bali.

Persiapan jelang prosesi Tawur Agung kesanga jelang Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1943, sudah mulai dilakukan, Kamis 11 Maret 2021.

Ruas jalan di Catus Pata, atau perempatan pusat Kota Semarapura sudah ditutup dari berbagai arah. 

Baca juga: Terkesan Tidak Terawat, Dinas Pariwisata Klungkung Kekurangan Tenaga Urus Rest Area Goa Jepang

Masyarakat dengan mengenakan pakaian adat, tampak sudah sibuk membuat berbagai sarana upakara.

Nantinya lokasi itu menjadi pusat dari digelarnya prosesi Tawur Agung Kesanga, yang rutin digelar setiap tahun jelang perayaan Hari Raya Nyepi.

Meskipun masih dalam pandemi Covid-19, tidak ada perubahan bearti dalam rangkaian prosesi ritual ini.

Dimulai dengan melasti yang dilaksanakan, Rabu (10/3/2021).

Lalu dilanjutkan dengan ritual mapepada wewalungan, Jumat (12/3/2021) dan puncak upacara tawur agung kesanga dilaksanakan di Catus Pata Semarapura, Sabtu (13/3/2021) atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

" Karena masih dalam situasi pandemi, ada beberapa perbedaan yang dilakukan saat upacara. Namun tidak sampai merubah makna dari upacara ini," ungkap Panitia Upacara Tawur Agung Kesanga di Klungkung, Dewa Ketut Soma, Kamis (11/3/2021).

Pelaksanaan upacara Tawur Agung di Klungkung, sedikit berbeda  jika dibandingkan prosesi upacara serupa di daerah lain.

Khususnya di Klungkung, upacara Tawur Agung mengambil konsep kuncup mekar.

Konsep ini sudah dilaksanakan secara turun-menurun, sejak Klungkung menjadi pusat kerajaan di Bali.

" Konsep ini memakai batas wilayah Puri Klungkung saat masih zaman kerajaan. Sehingga nanti upacara tawur agung tersebar di 4 wilayah, dengan pusat atau porosnya di catus pata/perempatan Kota Semarapura," ungkap Dewa Ketut Soma.

Baca juga: Rest Area Goa Jepang di Klungkung Terbengkalai, Bupati Suwirta Ubah Kewenangan Dinas

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved