Breaking News:

Berita Denpasar

Terkait Kasus Peredaran Sabu di Bali, Amar Putusan Belum Siap, Hakim Tunda Putusan Utarayama

Utarayama pun dituntut pidana penjara selama 11 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tribun Bali/Putu Candra
Utarayama saat menjalani sidang tuntutan perkara narkotik. Residivis ini dituntut 11 tahun penjara, karena kembali terlibat peredaran sabu dan ekstasi - Terkait Kasus Peredaran Sabu di Bali, Amar Putusan Belum Siap, Hakim Tunda Putusan Utarayama 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembacaan amar putusan terhadap terdakwa I Nyoman Utarayama (40) ditunda.

Ditundanya pembacaan putusan, lantaran majelis hakim yang menyidangkan perkara ini belum siap akan surat putusan.

Demikian disampaikan penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Jumat 12 Maret 2021.

Sejatinya, terdakwa yang tercatat sebagai residivis narkotik ini menjalani sidang putusan secara dari di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Baca juga: Drama Takut Jarum Suntik Saat Vaksinasi, Kasat Narkoba Polres Lumajang Sampai Dijemput Provos

Baca juga: Empat Kali Masuk Bui, Satuan Resnarkoba Polres Klungkung Ancam Residivis Narkoba Semal Hukuman Mati

Baca juga: Mantan Muncikari Artis Terjerat Narkoba, Ini Sosok Dan Profil Robby Abbas

Baca juga: Yudi Diringkus Terkait Narkoba di Bali, Diupah Rp 50 Ribu Sekali Tempel

Diketahui, Utarayama kembali ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar, karena diduga terlibat peredaran sabu dan ekstasi.

Atas ulahnya itu, Utarayama pun dituntut pidana penjara selama 11 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Saat di persidangan kemarin, majelis hakim menyatakan putusan belum siap. Jadinya ditunda. Sidang putusan akan digelar kembali, Selasa depan," terang Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

Diberitakan sebelumnya, JPU melayangkan tuntutan pidana selama 11 tahun, dan denda Rp 800 juta subsidair tiga bulan penjara.

Oleh JPU, terdakwa Utarayama dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menyimpan, menguasai, Narkotika Golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram.

Utarayama pun dijerat Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Diuraikan singkat dalam berkas perkara, bahwa terdakwa Nyoman Utarayama ditangkap di Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta Badung, Bali, Jumat 11 September 2020 sekitar pukul 19.30 Wita.

Terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian Polresta Denpasar.

Setelah berhasil mengamankan terdakwa, petugas lalu melakukan penggeledahan.

Alhasil dari penggeledahan terhadap terdakwa didapati 8 paket plastik klip berisi sabu seberat 3,88 gram.

Juga ditemukan 30 butir pil ekstasi (MDMA) dengan berat keseluruhan 8,64 gram.(*).

Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved