Breaking News:

Berita Bali

Saat Nyepi Sebanyak 300 Petugas Tetap Siaga di Bandara Ngurah Rai Bali

Penghentian operasional dimulai pada Minggu pagi pukul 06.00 WITA hingga Senin 15 Maret 2021 pukul 06.00 WITA.

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: DionDBPutra
Foto kiriman Stakeholder Relation PT Angkasa Pura I
Petugas yang tetap siaga di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Menyambut Hari Raya Nyepi 2021 pada hari Minggu 14 Maret 2021, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menghentikan sementara operasional bandara selama 24 jam.

Penghentian operasional dimulai pada pagi tadi mulai pukul 06.00 WITA hingga Senin 15 Maret 2021 pukul 06.00 WITA.

Sekira 84 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dihentikan sementara atau tidak dilayani selama pelaksanaan Nyepi.

Namun, selama 24 jam Nyepi terdapat pengecualian bagi penerbangan emergency landing dan medical evacuation dapat dilayani.

Baca juga: Siagakan 36 Personel, Satgas Pantai Kuta Bali Atensi Khusus Tamu Hotel yang Ingin Main ke Pantai

Baca juga: 4 Hari Terakhir Jelang Nyepi, Pergerakan Penumpang Domestik di Bandara Ngurah Rai Capai 34.373 Orang

"Walaupun Bandara I Gusti Ngurah Rai tutup operasional sementara, petugas kami tetap standby untuk melayani penerbangan yang bersifat darurat, seperti emergency landing dan medical evacuation. Perkiraan kurang lebih ada 300 petugas yang standby selama 24 jam," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, saat dikonfirmasi tribunbali.com, Minggu 14 Maret 2021.

Personel yang standby itu merupakan petugas operasional harian saat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beroperasi, terdiri dari petugas Apron Movement Control (AMC), petugas Aviation Security (Avsec) dan petugas operasional lainnya.

Sekarang terdapat sebanyak 11 pesawat yang menginap di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali atau RON (Remain Over Night/ Pesawat tinggal untuk bermalam).

Sebanyak 11 pesawat yang RON itu di antaranya 5 pesawat Garuda Indonesia, Lion Air Group 2 pesawat, AirAsia 2 pesawat dan 2 pesawat charter.

Dari data, diperoleh informasi bahwa sebanyak 41 penerbangan kedatangan dan 43 penerbangan keberangkatan berhenti beroperasi sementara selama 24 jam.

Maskapai Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terdampak paling banyak, yaitu 23 penerbangan, dengan rincian 11 penerbangan tujuan Bali dan 12 penerbangan berangkat dari Bali.

Disusul oleh Citilink dan Wings Air masing-masing dengan 18 dan 12 penerbangan terdampak.

Sedangkan untuk rute dengan penerbangan terdampak paling banyak adalah penerbangan dari/ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan 31 penerbangan, disusul penerbangan dari/ke Bandara Juanda Surabaya (SUB) dengan 10 penerbangan.

Bandara Internasional Lombok dan Bandara Komodo di Labuan Bajo berada di urutan ketiga, dengan jumlah penerbangan terdampak yang sama, yaitu 8 penerbangan.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved