Breaking News:

Berita Bali

KABAR BAIK: ITDC Terima 24 Reservasi Penyelenggaraan Event di Nusa Dua Bali Hingga November 2021

KABAR BAIK: ITDC Terima 24 Reservasi Penyelenggaraan Event di Nusa Dua Bali Hingga November 2021

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kawasan The Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu. - KABAR BAIK: ITDC Terima 24 Reservasi Penyelenggaraan Event di Nusa Dua Bali Hingga November 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Setahun dihajar pandemi Covid-19, industri pariwisata yang menjadi sektor unggulan masyarakat Bali tak bisa berkutik.

Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah kawasan wisata Nusa Dua, yang selama ini lebih mengandalkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Kabar baiknya, ada optimisme bahwa kawasan Nusa Dua perlahan-lahan kembali bakal menggeliat pada tahun ini.

ITDC BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali, optimistis dapat menjaga tren positif kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua pada 2021 ini.

Optimisme tersebut salah satunya didukung oleh adanya 24 reservasi penyelenggaraan event di The Nusa Dua hingga November 2021. 

ilustrasi kesiapan salah satu tempat penyelenggaraan MICE yang ada di kawasan The Nusa Dua.
ilustrasi kesiapan salah satu tempat penyelenggaraan MICE yang ada di kawasan The Nusa Dua. ((istimewa/Corporate Communication ITDC))

Event termasuk sejumlah kegiatan MICE (Meeting, Insentive, Convention, Exhibition) dengan skala nasional diperkirakan akan diikuti total peserta lebih dari 6.500 orang.

Reservasi diantaranya berasal dari sejumlah organisasi nasional, lembaga keuangan serta pendidikan.

“Kami sangat bersyukur dengan mulai menggeliatnya kembali penyelenggaraan event di The Nusa Dua, khususnya MICE events. Hal ini akan membantu upaya kami dalam menjaga tren positif kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua yang mulai terlihat sejak Agustus 2020 lalu," ujar Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, dalam keterangannya, Senin 15 Maret 2021.

Baca juga: Warga Ubud, Sanur, dan Nusa Dua Bersiaplah, Vaksinasi Segera Dimulai Menuju Zona Hijau Covid-19

Setelah sempat mencatat jumlah kunjungan hanya kurang lebih 4.000 wisatawan pada periode April – Juli 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua pada Agustus – Desember 2020 mencapai sebesar hampir 60.000 orang, dengan occupancy rate tertinggi pada bulan Desember 2020 sebesar 23,56 persen.  

”Dalam lima bulan terakhir, kami telah melihat pertumbuhan positif kunjungan wisatawan di The Nusa Dua dengan rata-rata occupancy rate sebesar 10,52 persen. Untuk tahun 2021, kami menargetkan rata-rata occupancy rate di The Nusa Dua dapat mencapai sebesar 22,20 persen, seiring dengan meningkatnya terus kegiatan kepariwisataan di dalam kawasan,” papar Ngurah Ardita.

Kegiatan kepariwisataan di The Nusa Dua sendiri terus bergerak seiring dibukanya kembali pariwisata Bali pada akhir bulan Juli 2020 silam. 

Sampai akhir tahun 2020, tercatat sebanyak 18 hotel dan villa sudah beroperasi dari sebanyak 20 hotel dan villa yang ada di kawasan, dengan jumlah kamar tersedia sebanyak lebih dari 4.700 kamar dari total 5.175 kamar. 

Sebelumnya, mulai akhir Maret hingga Agustus 2020 sebanyak 11 hotel dan villa memutuskan untuk menutup sementara kegiatan operasionalnya akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Pariwisata Bali Baru Dibuka Tahun Depan, Asita: Itu Kan Skema yang Diusulkan Oleh Kemenkes

ITDC juga terus melakukan upaya optimalisasi kawasan, antara lain dengan membangun stage kecak di Pulau Peninsula dan melakukan penataan lahan di Pulau Nusa Dharma untuk kegiatan yoga dan meditasi.  

Dengan demikian semakin banyak atraksi dan jenis event dapat dilakukan di dalam kawasan, sehingga dapat mendorong lebih banyak wisatawan tertarik untuk berkunjung, melakukan aktivitas, sekaligus menginap di kawasan The Nusa Dua

Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan berbagai program promosi terintegrasi dengan tetap memperhatikan kualitas wisatawan yang disasar.

Selain itu, kawasan maupun 22 tenant di The Nusa Dua telah mengantongi sertifikasi CHSE serta labelling Indonesia Care dari Kemenparekraf RI yang menyatakan bahwa The Nusa Dua telah menjalankan standar-standar penerapan protokol kesehatan guna mewujudkan kawasan pariwisata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi.

”Dengan mulai bergeliatnya kegiatan MICE, upaya optimalisasi kawasan The Nusa Dua, kegiatan promosi terintegrasi, serta sertifikasi CHSE bagi kawasan maupun tenant di The Nusa Dua, kami optimistis tren pertumbuhan positif kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua dapat tetap terjaga selama tahun 2021 ini,” tutur Ngurah Ardita.

Izin Event
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperbolehkan izin kegiatan yang dapat mengumpulkan banyak orang untuk para pelaku industri event.

Namun, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan keputusan itu sebagai wujud perhatian Kapolri terhadap pelaku industri event di tengah pandemi Covid-19.

"Alasannya pada satu sisi penanggulangan Covid-19 tetap berjalan, dan pada sisi yang lain ekonomi juga tetap berjalan," kata Brigjen Rusdi saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Rabu (10/3/2021).

Lebih lanjut, Rusdi menyatakan pelaku industri event tetap harus menjalankan protokol kesehatan ketika menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

"Dan pastinya aktivitas ekonomi harus tetap memperhatikan atau melaksanakan protokol kesehatan," tukas dia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan izin kegiatan yang dapat mengumpulkan banyak orang dengan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: Hotel-hotel di Nusa Dua Tawarkan Promo Nyepi, PHRI Badung: Hunian Hotel Tidak Meningkat Signifikan

Kegiatan yang mendapat izin, yakni olahraga, musik, MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions) serta acara budaya. Acara tersebut harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan harus memenuhi unsur CHSE, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri beserta jajarannya, karena hasil daripada video conference call kemarin mendapat respons yang sangat positif dari pelaku industri event, baik itu penyelenggara event di bidang olahraga, musik, MICE dan event-event berbasis budaya," ungkap Sandiaga Uno, dalam keterangannya, Selasa (9/3). (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Pertimbangan Kapolri Keluarkan Izin Keramaian Terhadap Pelaku Industri Event

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved