Corona di Indonesia

11.542 Perusahaan Daftar Vaksin Mandiri, Bio Farma Siapkan Moderna dan Sinopharm

Dari jumlah perusahaan itu, total pekerja yang ditargetkan mendapatkan vaksinasi sebanyak 7.403.356 orang.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi. Sebanyak 11.542 perusahaan di Indonesia telah mendaftar program vaksinasi gotong royong alias vaksin mandiri. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencatat hingga 14 Maret 2021 sebanyak 11.542 perusahaan telah mendaftar program vaksinasi gotong royong alias vaksin mandiri.

Dari jumlah perusahaan itu, total pekerja yang ditargetkan mendapatkan vaksinasi sebanyak 7.403.356 orang.

Ketua Umum Kadin  Rosan P Roeslani menuturkan, jumlah tersebut merupakan gabungan dari pembukaan pendaftaran tahap I pada 28 Januari-28 Februari serta tahap II yang berlangsung dari 10 Maret hingga 24 Maret nanti.

Baca juga: Vaksin Mandiri Hanya untuk Karyawan, 7 Ribu Perusahaan Sudah Mendaftar

Baca juga: Pemerintah Sedang Siapkan Regulasi Vaksin Mandiri Berbayar, Karyawan Perusahaan Bakal Dapat Gratis

Untuk tahap I jumlah perusahaan yang mendaftar sebanyak 9.176 perusahaan dengan total karyawan bersama anggota keluarganya sebanyak 6.998.235 orang. ”Angka ini masih terus jalan," kata Rosan dalam rapat bersama Komisi IX, Senin 15 Maret 2021.

Ia memastikan program vaksinasi mandiri tidak terbatas bagi perusahaan besar. Bahkan, akhir-akhir ini banyak UMKM yang ikut mendaftarkan pekerjanya dalam program vaksinasi mandiri.

”Saya juga cukup surprise, karena dari asosiasi menyatakan apakah dari UMKM boleh daftar? Kami sampaikan selama entitas itu entitas Indonesia silakan mendaftar. Dan beberapa UMKM ternyata yang pekerjanya hanya 5-10 orang ikut mendaftar," kata Rosan.

Rosan menyatakan proses pendaftaran itu dilakukan secara transparan. Nantinya, data peserta program vaksinasi mandiri akan disinkronisasikan dengan data dari Kementerian Kesehatan dan PT Bio Farma (Persero).

Dalam pelaksanaannya nanti, vaksin mandiri tidak akan dikomersialisasikan. Ia menuturkan perusahaan tidak keberatan lantaran selama ini perusahaan juga sudah mengeluarkan dana untuk menjalankan protokol kesehatan.

”Spirit intinya program vaksinasi mandiri atau gotong royong ini tidak boleh ada komersialisasinya. Dan, spirit kedua adalah tetap vaksin gratis. Penerima akhir tetap harus gratis tidak bayar. Dalam hal ini perusahaan yang melakukan pembayaran untuk diberikan pada pekerja pegawai buruh dan keluarganya," ujarnya.

Harga belum ditentukan

Adapun terkait harga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tarif atau harga vaksin gotong royong yang dibebankan kepada perusahaan belum ditentukan.

Harga vaksin mandiri untuk kalangan pengusaha dan pekerjanya itu masih menunggu kesepakatan antara PT Bio Farma (Persero) dan Kadin.

”Tarifnya memang akan ditentukan oleh kami. Tapi kami baru akan menentukannya sesudah pihak BUMN ( Bio Farma) dan Kadin duduk bersama datang ke kami. Jadi, harus ada kesepakatan antar mereka," ujar Budi.

Ia menyebutkan sejumlah aturan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan vaksin mandiri sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved