Breaking News:

Berita Denpasar

Ditangkap Usai Beli Sabu dan Ekstasi di Kuta Bali, WN Inggris Dituntut 12 Tahun Penjara

Callum ditangkap empat bulan lalu lantaran memiliki sabu seberat 11,84 gram netto dan ekstasi seberat 5,57 gram netto. 

(Tribun Bali/I Putu Candra)
Callum saat menjalani sidang tuntutan secara daring. WN Inggris ini dituntut 12 tahun penjara karena terlibat tindak pidana narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) melayangkan tuntutan pidana penjara selama 12 tahun terhadap terdakwa Callum James Park (31).

Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris dituntut pidana, karena dinilai bersalah menguasai narkotik jenis sabu dan ekstasi.

Diketahui Callum ditangkap empat bulan lalu lantaran memiliki sabu seberat 11,84 gram netto dan ekstasi seberat 5,57 gram netto. 

Surat tuntutan dibacakan JPU dalam persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 16 Maret 2021.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis. 

Baca juga: Akui Bekerja Sebagai Penempel Sabu di Bali, Dilimpahkan, Yogi Simpan 19 Paket Sabu Siap Edar

Baca juga: Terkait Kasus Peredaran Sabu di Bali, Amar Putusan Belum Siap, Hakim Tunda Putusan Utarayama

"Kami akan mengajukan pledoi secara tertulis, Yang Mulia. Mohon waktu satu minggu," pinta Aji Silaban sebagai penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim pimpinan Hakim Angeliky Handajani Day. 

Sementara itu, JPU Anugrah Agung Saputra Faizal dalam surat tuntutannya menyatakan, bahwa terdakwa kelahiran Beverly UK, 27 November 1988 ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai narkotik golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram. Callum pun dijerat Pasal 112 (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 12 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara, dan denda Rp. 2 miliar subsidair enam bulan penjara," tegasnya. 

Diungkap dalam surat dakwaan, terdakwa yang bekerja teknisi minyak dan gas ini ditangkap petugas kepolisian di kamar kosnya, Jalan Dewi Sri VIII, Legian, Kuta, Badung, Selasa, 1 September 2020 sekitat pukul 22.45 Wita.

Sebelum ditangkap, awalnya terdakwa hendak menikmati malam di Pantai Kuta.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved