Breaking News:

Myanmar

Korban Nyawa Terus Berjatuhan di Myanmar, 180 Orang Tewas dalam Enam Pekan Terakhir

Sebuah organisasi pemantau menyebutkan, pada hari Senin 15 Maret 2021 jumlah korban tewas sebanyak 20 orang.

Editor: DionDBPutra
AFP/Ye Aung THU
Seorang pedemo melempar mawar di dekat lilin saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 21 Februari 2021. Korban tewas sudah mencapai 180 orang dalam enam pekan terakhir. 

TRIBUN-BALI.COM, YANGON- Jumlah korban tewas dalam aksi demonstrasi di Myanmar hampir mencapai 200 orang dalam enam pekan terakhir.

Sebuah organisasi pemantau menyebutkan, pada hari Senin 15 Maret 2021 jumlah korban tewas sebanyak 20 orang.

Myanmar mengalami krisis politik berdarah sejak junta militer melakukan kudeta pada 1 Februari 2021.

Militer yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing sudah menangkap pemimpin de fakto Myanmar Aung San Suu Kyi dan tokoh politik lainnya.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Tetapkan Darurat Militer, Seorang Gadis Usia 15 Tahun Tewas Ditembak

Baca juga: Pasukan Keamanan Myanmar Tembak Mati 39 Pedemo dalam Sehari, Tinggalkan Jenazah Wanita di Selokan

Penggulingan Aung San Suu Kyi secara paksa telah memaksa ratusan ribu orang untuk turun ke jalan-jal sejak 6 Februari 2021.

Pasukan keamanan menggunakan gas air mata, peluru karet, hingga peluru tajam untuk membubarkan pedemo di seluruh Myanmar.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebutkan, setidaknya 20 orang tewas dalam aksi Senin 15 Maret 2021. "Korban secara dramatis mengalami peningkatan," demikian AAPP.

Total 180 orang terbunuh dalam enam pekan terakhir.

Dalam rilis resminya, grup pemantau itu menerangkan korban tewas tak hanya dari pengunjuk rasa, namun masyarakat yang tak ikut berdemo. Mereka yang meninggal kebanyakan berasal dari kawasan tengah Myanmar.

Ada pula korban jiwa di Yangon. Korban di Yangon mencakup dua perempuan yang ditembak mati di dalam rumah, saat aparat berusaha menerobos.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved