Breaking News:

Berita Buleleng

Mulai Kamis, PD Pasar Buleleng Bali Lakukan Pengundian Tempat Berjualan

Pasca direvitalisasi, Pasar Banyuasri akan mulai beroperasi penuh pada Kamis (25 Maret 2021) mendatang.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: Suasana Pasar Banyuasri pasca direvitalisasi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pasca direvitalisasi, Pasar Banyuasri akan mulai beroperasi penuh pada Kamis (25 Maret 2021) mendatang.

Mengawali hal tersebut para pedagang akan mengikuti pengundian tempat berdagang terlebih dahulu.

Dimana pengundian ini rencananya dilaksanakan pada Kamis (18 Maret 2021).

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, berdasarkan kesepakatan dengan PD Pasar Buleleng selaku pengelola Pasar Banyuasri, pungutan harian untuk los hanya diambil sebesar Rp 5 ribu per hari.

Sementara untuk pungutan ruko sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per hari, kios Rp 7 ribu per hari, dan pasar tumpah Rp 7 ribu per hari.

Baca juga: PD Pasar Buleleng Tetapkan Tarif Pungutan Harian Pasar Banyuasri, Pedagang Mulai Berjualan 18 Maret

Baca juga: Biaya Operasional Tinggi, PD Pasar Buleleng Rancang Kenaikan Cukai Harian

Baca juga: Pancoran Kuno di Pasar Buleleng Tahun 2020 Ini Akan Direstorasi

“PD Pasar saat ini sedang mensimulasikan, mudah-mudahan semua berjalan lancar. Kalau nanti ada yang kurang, sambil jalan akan kita perbaiki. Kalau soal pungutan harian sudah disepakati,” ucapnya.

Sementara Dirut PD Pasar Buleleng, I Made Agus Yudi Arsana mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan pedagang, sosialisasi serta maping zonasi.

Kemudian pada Kamis (18/3) pihaknya akan melakukan pengundian untuk menentukan tempat para pedagang berjualan.

“Setelah pengundian selesai, pedagang bisa langsung memasukan barang-barangnya ke tempat yang sesuai dengan nomor undi. Jadi pada 25 Maret pasar sudah bisa beroperasi sepenuhnya,” jelasnya.

Sebelum pasar beroperasi sepenuhnya, pihaknya kata Yudi Arsana juga akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemkab Buleleng, mengingat Pasar Banyuasri ini menggunakan pola Kerjasama Pemanfaatan (KSP).

“Dalam kerjasama ini akan tercantum beberapa poin kerjasamanya, termasuk tarif untuk pedagang,” tutupnya.

Seperti diketahui, Pasar Banyuasri dibangun tiga lantai. Dimana untuk lantai I disiapkan 200 los basah dan 252 los kering.

Sementara di lantai II disiapkan 244 los dan 184 unit kios. Sedangkan di lantai III disiapkan 8 unit kios kuliner dan areal parkir.

Serta terdapat pula ruko sebanyak 92 unit. Pasar ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp 159.5 Miliar.

Ikuti Berita Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved