Breaking News:

Virus Corona

Presiden Brasil Ganti Menteri Kesehatan untuk Keempat Kalinya Karena Pandemi Covid-19 Makin Parah

Ia akan mengganti menteri kesehatan Brazil untuk yang keempat kalinya, setelah berbagai upaya tampaknya tak membuahkan hasil. 

Istimewa/REUTERS/Adriano Machado TPX IMAGES OF THE DAY
ILUSTRASI. Presiden Brasil Jair Bolsonaro. 

TRIBUN-BALI.COMPresiden Jair Bolsonaro melakukan cara yang tak biasa di tengah pandemi Covid-19 yang menjangkiti wilayah negaranya. 

Ia akan mengganti menteri kesehatan Brazil untuk yang keempat kalinya, setelah berbagai upaya tampaknya tak membuahkan hasil. 

Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello pada Senin 15 Maret 2021 mengonfirmasi tentang kabar rencana penggantian dirinya. 

Menurut Pazuello, Presiden Bolsonaro sedang mempertimbangkan kandidat baru untuk posisi Menteri Kesehatan.

Baca juga: 35 Ribu Penduduk dan Pekerja di Wilayah Sanur Bali Akan Divaksin Covid-19, Ini Jadwal Dan Skemanya 

Artinya, pergantian Menkes Brasil ini akan menjadi yang keempat kalinya dalam setahun di tengah pandemi Covid-19.

Setelah minggu paling mematikan di Brasil sejak pandemi corona mulai merebak di sana, jabatan Pazuello pun dipertaruhkan.

Brasil saat ini berada di posisi kedua dunia jumlah kematian terbanyak, yakni sebesar 279.000.

Kasus Covid-19 total yakni 11,5 juta, urutan kedua dunia setelah AS terhitung sejak awal pandemi menyerang negara Amerika Latin itu.

"Presiden sedang memikirkan pengganti di kementerian dan sedang mengevaluasi nama calon," kata Pazuello dalam konferensi pers, Senin, dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan tidak akan mengundurkan diri dan perubahan bisa datang "dalam jangka pendek, menengah atau panjang."

Tanpa Gelar Medis

Pazuello merupakan jenderal Angkatan Darat yang bertugas sebagai Menkes Brasil tanpa gelar medis.

Dia dikritik karena tidak memiliki keahlian di bidang kesehatan serta mendukung usulan Bolsonaro soal obat-obatan yang belum terbukti melawan Covid-19.

Bahkan menteri kesehatan ini sejalan dengan sikap presiden yakni meremehkan jarak sosial.

Dua orang pendahulu Pazuello mengundurkan diri dalam kurun waktu satu bulan, pada 2020 lalu.

Rata-rata alasan mereka karena berseberangan dengan keinginan Presiden Bolsonaro soal penggunaan obat anti-malaria hydroxychloroquine untuk menyembuhkan Covid-19.

Selama menjabat, Pazuello membuka akses seluas-luasnya untuk obat anti-malaria sebagai pengobatan virus corona.

Dia juga mengizinkan obat itu diresepkan untuk hampir semua orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Kegagalan Pazuello untuk mendapat pasokan vaksin tepat waktu menyebabkan seruan penyelidikan di Kongres.

Sementara itu Mahkamah Agung sedang menyelidiki penanganannya atas pandemi Covid-19 di kota utara Manaus, yang kehabisan oksigen.

Dianggap cara kerjanya buruk, Menkes Pazuello sampai mendapat julukan Pesadello (Nightmare), dikutip dari The Guardian.

Tawari Dokter untuk Posisi Menkes

Pada Minggu lalu, Bolsonaro dilaporkan bertemu dengan dokter Ludhmila Hajjar yang bekerja di garda depan penanganan virus corona di Brasil.

Namun Hajjar dikatakan tidak setuju dengan pendekatan krisis yang ditawarkan presiden.

Hajjar mengatakan kepada CNN Brasil bahwa dia menolak tawaran menjadi Menteri Kesehatan, dengan mengatakan sebagai dokter dia harus "tetap berada di atas ideologi."

Hajjar secara terbuka mengkritik strategi penanganan Covid-19 pemerintah dan menentang penggunaan hydroxychloroquine.

Hajjar dalam wawancara baru-baru ini mengatakan Brasil baru memvaksinasi sedikit orang dan hasilnya adalah 'bencana besar'.

"Brasil melakukan segala kesalahan dalam pandemi ini dan sekarang harus menanggung akibatnya," katanya kepada surat kabar Sao Paulo, Opçao.

Pada Rabu (10/3/2021), Presiden Bolsonaro mendapat kritikan tajam dari pesaing sekaligus mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

Lula mengecam manajemen ekonomi dan kebijakan pandemi Bolsonaro.

"Negara ini tidak memiliki pemerintahan," kata Lula saat konferensi pers.

"Negara ini tidak peduli dengan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, upah, perawatan kesehatan, lingkungan, pendidikan, kaum muda," tambahnya.

Berita lain terkait Virus Corona 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pandemi Covid-19 Makin Parah, Presiden Brasil Bakal Ganti Menteri Kesehatan untuk Keempat Kalinya

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved