Breaking News:

Berita Jembrana

Harga Cengkeh di Jembrana Mulai Merangkak Naik

Harga cengkeh di Kabupaten Jembrana mulai merangkak naik. Hal ini membuat petani cengkeh sedikit tersenyum.

Tribun Bali/Saiful Rohim
Ilustrasi - Seorang warga Jumenang tampak memanen cengkeh 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Harga cengkeh di Kabupaten Jembrana mulai merangkak naik.

Hal ini membuat petani cengkeh sedikit tersenyum.

Meskipun, untuk harga jual belum sesuai, namun ketimbang beberapa waktu lalu, harga cengkeh sudah mengalami kenaikan.

Hal ini disampaikan Bendesa Adat Desa Adat Asahduren, I Kadek Suentra.

“Saat ini mulai agak merangkak naik. Kapan lalu itu anjlok hingga Rp 40 ribuan. Padahal, seharusnya mencapai ratusan ribu per kilogramnya,” ucapnya Rabu 17 Maret 2021.

Menurut Suentra, anjloknya harga cengkeh ini terjadi sejak 2019 lalu.

Dari yang awalnya Rp100 ribu anjlok hingga Rp 45 ribu pada 2020.

Baca juga: Setelah Dipandang Sebelah Mata, Porang Kini Jadi Andalan dari Lahan Perkebunan di Jembrana Bali

Baca juga: Dari 897 KK, Hanya Dua KK yang Mendapat BLT di Desa Asahduren Jembrana Bali

Baca juga: 1400 Pegawai OPD di Pemkab Jembrana Ikuti Vaksinasi Massal

Hal ini yang kemudian membuat para petani di desa adat Asahduren memilih menahan, dan hanya mengeluarkan biaya petik.

Sembari menunggu harga yang mencukupi.

“Kalau dijual, itu tidak sebanding. Karena biaya ongkos petik mahal, harian Rp 150 ribu. Kalau borongan Rp 6 ribu per kilogram. Jadi kalau dijual lebih banyak ongkos petik,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved