Breaking News:

All England

Kronologi Timnas Bulutangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Ini Respon BWF

Kabar mengejutkan datang dari Timnas bulutangkis Indonesia yang tak bisa melanjutkan pertandingan di turnamen All England 2021.

ANTARA FOTO/Nafielah - Humas PP PBSI/hma/ama
FINAL -- Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo saat tampil di final French Open 2019 di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Minggu (27/10) lalu. Kini mereka lolos ke final Fuzhou China Open. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Timnas bulutangkis Indonesia yang tak bisa melanjutkan pertandingan di turnamen All England 2021.

Timnas bulutangkis Indonesia dipaksa mundur oleh panitia All England dari turnamen paling bergengsi di ajang badminton dunia tersebut.

Berdasar keterangan manajer tim bulutangkis Indonesia, Ricky Soebagdja mengisahkan kronologi kontingen Indonesia termasuk Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon dipaksa mundur dari All England 2021.

Baca juga: Hasil All England, Marcus/Kevin Singkirkan Wakil Tuan Rumah Inggris

Baca juga: Hasil All England, Kento Momota Menang Mudah Dalam Laga Perdana

“Seluruh Tim Indonesia terpaksa harus mundur dari turnamen Yonex All England 2021 dan tidak dapat melanjutkan pertandingan,” kata Ricky Soebagdja dalam keterangan resminya, Kamis (18/3/2021).

 “Hal ini dikarenakan, saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021) lalu, terdapat salah satu penumpang yang terkena Covid-19.

Namun, kami pun tidak diberi tahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang positif tersebut,” sambungnya.

Pasangan Praven Jordan/ Debby Susanto mencium trofi setelah menjuarai nomor ganda campuran All England 2016, di Birmingham, Minggu (13/3/2016).
Pasangan Praven Jordan/ Debby Susanto mencium trofi setelah menjuarai nomor ganda campuran All England 2016, di Birmingham, Minggu (13/3/2016). (www/badmintonorg.com)

Menurut Ricky peraturan tersebut merupakan peraturan dari pemerintah Inggris.

Dengan begitu kini seluruh pemainnya harus menjalani karantina di Inggris selama 10 hari.

Lebih lanjut, untuk persoalan ini Ricky juga menyebut Baik dari BWF maupun Panitia All England sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris.

“Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari,” terang Ricky,

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat melawan pasangan  Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 17 Januari 2020. Marcus/Kevin menang  21-13, 23-21.
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat melawan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di babak perempat final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 17 Januari 2020. Marcus/Kevin menang 21-13, 23-21. (KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved