Breaking News:

Berita Jembrana

Memiliki Luas 4 Hektar, Hutan Belajar Diresmikan Guna Bangkitkan Kembali Tanaman Endemik Jembrana

Dimulai dari program Hutan Sekolah yang mendapat tanggapan positif dari masyarakat hingga lebih luas menjadi Hutan Belajar. 

istimewa
Berawal dari keprihatinan terhadap alih fungsi lahan di Hutan Bali Barat, Basebali bersama Yayasan IDEP Selaras Alam merancang Hutan Belajar sebagai upaya konservasi dan edukasi terhadap masyarakat 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Berawal dari keprihatinan terhadap alih fungsi lahan di Hutan Bali Barat, Basebali bersama Yayasan IDEP Selaras Alam merancang Hutan Belajar sebagai upaya konservasi dan edukasi terhadap masyarakat. 

Selama lebih dari sembilan tahun, kedua organisasi lokal ini memperjuangkan upaya pelestarian hutan Bali Barat.

Dimulai dari program Hutan Sekolah yang mendapat tanggapan positif dari masyarakat hingga lebih luas menjadi Hutan Belajar

Hal ini diungkapkan oleh Putu Bawa, perwakilan dari Basebali

"Hadirnya Hutan Belajar tidak hanya sebagai media pembelajaran bagi masyarakat lokal, melainkan juga mencerminkan konsep yang selaras antara lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya. Terlebih terkait konservasi hutan yang sebenarnya sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, baik bagi lokal maupun global," jelas Putu Bawa. 

Baca juga: Manjakan Mata di Wisata Edukasi Hutan Mengrove Budeng Jembrana

Baca juga: Tulang Kerangka Manusia di Hutan Lindung Pupuan Dievakuasi lewat Jalur Baru

Menurutnya, dalam prosesnya, Hutan Belajar perlahan mulai mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat seperti kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana), Kelompok Tani Hutan, dan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Univarsitas Udayana. 

Tidak hanya itu, dukungan juga datang dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Bali Barat sebab hutan juga menjadi habitat bagi tanaman maupun binatang endemik Jembrana. 

Putu Bawa juga mengungkapkan bahwa dukungan ini kemudian ditandai dengan peresmian Hutan Belajar pada Sabtu 20 Maret 2021 yang juga bertepatan dengan perayaan Tumpek Wariga yang merupakan hari suci dalam agama Hindu sebagai pemuliaan terhadap tanaman.

Peresmian Hutan Belajar juga menjadi momen yang sangat penting sebab itu tidak hanya sekadar seremonial, melainkan juga penyelarasan antara Sekala atau terlihat dan Niskala atau tidak terlihat. 

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved