Breaking News:

Tips dan Trik

Begini Cara Mencairkan Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Tuan dan puan perlu tahu cara mencairkan rekening bank orang yang sudah meninggal serta apa saja syaratnya. Ikuti penjelasan berikut ini.

iStock
Ilustrasi. Status kepemilikan rekening orang yang sudah meninggal dunia  diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1992 yang direvisi dalam UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Seseorang yang meninggal dunia tentu mewariskan sesuatu. Sebut misalnya utang maupun aset.

Salah di antara aset yang lazim ditinggalkan orang yang meninggal dunia berupa rekening bank seperti tabungan, deposito dan jenis simpanan lainnya.

Tuan dan puan perlu tahu cara mencairkan rekening bank orang yang sudah meninggal serta apa saja syaratnya. Ikuti penjelasan berikut ini.

Status kepemilikan rekening orang yang sudah meninggal dunia  diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1992 yang direvisi dalam UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Baca juga: Ini Ragam Modus Pembobolan Rekening Bank, Nasabah Perlu Waspada

Baca juga: Subsidi Gaji BLT Rp 600 Ribu Belum Cair Bagi Pekerja yang Pakai Rekening Bank Swasta, Ini Sebabnya

"Dalam hal Nasabah Penyimpan telah meninggal dunia, ahli waris yang sah dari Nasabah Penyimpan yang bersangkutan berhak memperoleh keterangan mengenai simpanan Nasabah Penyimpan tersebut." Demikian bunyi Pasal 44A ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 1998.

Pihak bank wajib memberikan informasi rekening nasabah yang meninggal, termasuk membantu proses pencairannya oleh ahli waris.

"Atas permintaan, persetujuan atau kuasa dari Nasabah Penyimpan yang dibuat secara tertulis, bank wajib memberikan keterangan mengenai simpan Nasabah Penyimpan pada bank yang bersangkutan kepada pihak yang ditunjuk oleh Nasabah Penyimpan tersebut," bunyi Pasal 44A ayat (1).

Pihak bank yang secara sengaja menyembunyikan informasi rekening orang yang sudah meninggalkan bisa dikenakan sanksi pidana.

"Anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak memberikan keterangan yang wajib dipenuhi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42A dan Pasal 44A, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp4.000.000.000.00 (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah)," tulis Pasal 47A.

Sesuai prinsip kehati-hatian, bank memang butuh waktu untuk mencairkan dana nasabah yang sudah meninggal.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved