Breaking News:

Pemimpin Abu Sayyaf Tewas, Empat WNI yang Disandera Bebas

Vinluan menyebut Sahidjuan sebagai dalang beberapa penculikan oleh Abu Sayyaf yang berbasis di Sulu.

Editor: DionDBPutra
(AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Militer Filipina berjalan di sebelah kendaraan lapis baja ringan V-300 mereka setelah menyerang militan Abu Sayyaf di Kota Marawi, Jumat 2 Juni 2017. 

Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) melalui Konsulat Jenderal RI di Davao mengatakan telah menemui dan memeriksa kondisi Mohd Khairuldin, WNI terakhir yang berhasil dibebaskan oleh tentara Filipina dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf. Sejauh ini kondisi Khairuldin dalam keadaan baik dan sehat.

"Alhamdulillah semua sandera WNI di Filipina Selatan sudah bisa dibebaskan," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, Minggu 21 Maret 2021. "Yang bersangkutan dalam keadaan baik," ujarnya.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Khairuldin bersama 3 WNI yang telah diselamatkan sebelumnya akan dibawa ke Zamboanga sebelum diterbangkan ke Manila.

Kemlu RI melalui KBRI Manila dan KJRI Davao City akan berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina untuk proses repatriasi ke Indonesia.

"Dengan diselamatkan MK, maka seluruh WNI yang disandera ASG telah berhasil dibebaskan," ujar pernyataan itu.

Atas tindakan itu, pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik dengan pemerintah dan aparat keamanan Filipina.(tribun network/ras/lau/dod)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved