Breaking News:

Wawancara Khusus

Pasek Suardika: Saya Pernah Kena Prank Pak SBY

I Gede Pasek Suardika, loyalis Anas Urbaningrum yang juga mantan kader Partai Demokrat, mengaku tak percaya dirinya pernah di-prank

Tribunnews/Irwan Rismawan
News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra bersama Sekjen Ormas PPI I Gede Pasek Suardika (kanan) seusai wawancara khusus di Kantor Tribun Network di Jakarta, Jumat (19/3/2021). 

I Gede Pasek Suardika, loyalis Anas Urbaningrum yang juga mantan kader Partai Demokrat, mengaku tak percaya dirinya pernah di-prank oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dengan setengah tertawa, I Gede Pasek mengingat awal mula kejadian yang menyebabkan prank dari SBY yaitu ketika Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat.

Anas mundur tepat satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 22 Februari 2013.
I Gede Pasek saat itu mengajak Anas berdiskusi terkait nasib kawan-kawannya yang siap calonkan diri dalam pemilu.

Pria yang kini menjabat Sekjen Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) lantas melontarkan ide bagaimana jika Anas dan loyalisnya sepakat mendukung SBY mengisi posisi ketua umum yang ditinggalkan Anas.

Berikut petikan wawancara I Gede Pasek Suardika dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat 19 Maret 2021.

Bisa cerita kenapa bapak SBY yang ditunjuk sebagai Ketum, padahal posisinya tinggi waktu itu?

Cerita ini antara senang dan sedih.

Senangnya karena yang ngeprank saya itu seorang presiden. Nggak senangnya itu kok ada gitu lho.

Suatu malam saya ke tempat Mas Anas di Duren Sawit, kita diskusilah nasib teman-teman.

Mas ini gimana, teman-teman itu nunggu apakah pindah partai atau tetap seperti ini gimana, siapa pengganti Mas Anas.

Halaman
1234
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved