Breaking News:

Berita Bangli

Air di Pasar Terminal Loka Crana Mati, Dewa Ayu Terpaksa Bawa Jeriken dari Rumah dan Tahan BAB

Fasilitas air bersih di Pasar Terminal Loka Crana, Bangli mati sejak tiga bulan terakhir.

Tribun Bali/Fredey Mercury
Mati - Seorang pedagang saat menunjukkan air mati dengan cara membuka kran wastafel di sebelah toilet lantai II Pasar Terminal Loka Crana. Senin (22/3) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Fasilitas air bersih di Pasar Terminal Loka Crana, Bangli mati sejak tiga bulan terakhir.

Keberadaan delapan unit tolet pun praktis tak berfungsi.

Sedangkan para pedagang harus menerima getahnya, sebab untuk kebutuhan buang air kecil saja, mereka harus membawa air dari rumah.

Seperti yang dilakukan Dewa Ayu.

Pedagang kain dan baju itu harus membawa jeriken besar yang dimanfaatkan untuk buang air kecil saja selama sepekan.

Baca juga: Warga Kelimpungan Akibat Air PDAM Mati, Rela Antre Ambil Air Bersih di Mobil Tangki Damkar Klungkung

Baca juga: Air PDAM Mati Total, PDAM Distribusikan Air Bersih Menggunakan Mobil Tangki ke Dusun Beneng

Sedangkan keperluan buang air besar, pihaknya terpaksa harus pulang ke rumahnya di Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga.

“Terpaksa harus pulang. Karena kalau dipakai BAB takut airnya kurang,” kata dia saat ditemui Senin 22 Maret 2021.

Sementara pedagang lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan, fasilitas air bersih di Pasar Terminal Loka Crana sudah mati sejak tiga bulan lalu.

Tidak ada pemberitahuan apapun dari dinas, ataupun pihak terkait. Melainkan terjadi secara tiba-tiba.

“Padahal para pedagang sudah rutin membayar retribusi sebesar Rp 8 ribu per hari,” katanya.  

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved