Breaking News:

Berita Bangli

Pemda Bangli Nunggak Tagihan Air di Pasar Terminal Loka Crana, Total Tagihan Sebesar Rp13 Juta Lebih

Matinya air bersih di Pasar Terminal Loka Crana disebabkan Pemda masih nunggak pembayaran tagihan air ke PDAM Bangli.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana jual beli di Pasar Terminal Loka Crana, Bangli, Bali Senin 22 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Matinya air bersih di Pasar Terminal Loka Crana disebabkan Pemda masih nunggak pembayaran tagihan air ke PDAM Bangli.

Usut punya usut, besaran tunggakan yang belum dibayarkan mencapai Rp13 juta lebih.

Adanya tunggakan tersebut dibenarkan oleh Hubungan Pelanggan PDAM Bangli, Ida Bagus Putu Gangga Parawita saat dikonfirmasi Senin 22 Maret 2021.

Ia menyebutkan, besaran tunggakan yang tercatat di PDAM yakni Rp13.246.690.

Karenanya PDAM melakukan penyegelan pada terhitung sejak Desember 2020.

“Itu dari bulan Juli 2019 sampai Desember 2020,” ungkapnya.

Baca juga: DLH Bangli Usulkan Retribusi Layanan Persampahan Rumah Tangga Naik hingga 100 Persen

Baca juga: Kinerja Bawahan Lebih Kompeten dari Pimpinan OPD, Dewan Bangli Usulkan Assessment Jabatan Pimpinan

Baca juga: Dewan Bangli Targetkan Pembahasan 17 Ranperda Sepanjang Tahun 2021

Sesuai aturan yang berlaku, lanjut Gus Gangga, segel bisa kembali dibuka setelah dilakukan pelunasan tunggakan.

Terkait hal ini, PDAM Bangli telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan ataupun Dinas Perdagangan, mengingat ada rencana mutasi rekening dari Dinas Perhubungan ke Dinas Perdagangan.

“Sesuai aturan PDAM pula, mutasi pindah nama atau rekening, tidak bisa dilakukan sebelum pelunasan."

"Namun berdasarkan surat dari Dinas Perhubungan, pelunasan tunggakan akan diselesaikan pada tahun anggaran 2021, untuk selanjutnya dilakukan pelunasan rekening,” ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved