Israel

Krisis Politik Landa Israel Setelah Pemilu Tak Menghasilkan Pemenang yang Kuat

Channel 12 dan Channel 13 merilis hasil exit poll dengan perbedaan sangat tipis antara blok politik Benjamin Netanyahu dan blok politik yang anti.

Editor: DionDBPutra
Times of Israel/AFP/Heidi Levine, Pool
Istri Perdana Menteri Israel Sara Netanyahu dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan). 

TRIBUN-BALI.COM, YERUSALEM– Krisis politik berkepanjangan kini mendera Israel.

Hal itu terjadi setelah Pemilihan Umum (pemilu) Knesset yang dilaksanakan pada hari Selasa 23 Maret 2021 tidak menghasilkan pemenang kuat untuk membentuk pemerintahan baru Israel.

Channel 12 dan Channel 13 merilis hasil exit poll dengan perbedaan sangat tipis antara blok politik Benjamin Netanyahu dan blok politik anti Netanyahu.

Blok politik sayap kanan Netanyahu yang terdiri dari partainya Likud, Shas, United Torah Judaism, dan partai esktrem kanan Relijius Zionis diprediksi meraih kemenangan52-53 dari 120 kursi Knesset.

Baca juga: Manuver Politik PM Israel Benjamin Netanyahu, Janjikan Muslim Arab Jadi Menteri

Baca juga: Israel Bersiap untuk Kehidupan Normal Setelah Vaksinasi Covid-19 Hampir 50 Persen Diberikan

Sedangkan blok politik yang mau mengakhiri cengkeraman kekuasaan Benjamin Netanyahu diprediksi meraih 60-61 kursi Knesset.

Walaupun memiliki peluang besar membentuk pemerintahan mayoritas sangat tipis, partai-partai yang menentang Netanyahu sulit bersatu lantaran memiliki perbedaan ideologi yang sangat tajam.

Diragukan apakah partai sentris seperti Yesh Atid, partai Arab, partai konservatif Harapan Baru, partai Buruh dan partai lainnya dapat bersatu membentuk koalisi pelangi pemerintahan Israel.

Satu-satunya partai yang netral dan akan menjadi kingmaker penentu nasib Benjamin Netanyahu adalah partai Yamina.

Partai berideologi nasionalis zionis ini menyatakan akan menunggu hasil akhir sebelum Pemilu memutuskan sikap.

Jika pemimpin Yamina, Naftali Bennett memilih bekerja sama dengan Netanyahu, sangat besar kemungkinan suami Sara Netanyahu itu dapat melanjutkan kekuasannya.

Bennett adalah mantan Menteri Pertahanan dan sekutu politik yang berbalik arah menjadi pengkritik pedas rejim Benjamin Netanyahu.

Pemilu keempat dalam dua tahun

Kebuntuan politik yang melumpuhkan Israel telah mengacaukan pemerintahan negeri Zionis ini. Pemilu Knesset merupakan yang keempat dalam dua tahun terakhir.

Dua pemilu pertama pada April 2019 dan September 2019 gagal menghasilkan pemerintahan baru.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved