Breaking News:

Kesehatan

Kenali Standarisasi Obat Tradisional yang Jadi Tantangan Dunia Kesehatan, Ini Penjelasan Prof Gelgel

Banyak masyarakat saat ini yang beralih pada pengobatan tradisional entah dengan metode herbal ataupun dengan metode lainnya.

Istimewa
Cara memilih obat tradisional 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Obat-obatan herbal saat ini cukup menjadi tren di dunia kesehatan.

Banyak masyarakat saat ini yang beralih pada pengobatan tradisional entah dengan metode herbal ataupun dengan metode lainnya.

Walaupun banyak masyarakat yang meminati obat-obatan tradisional, nyatanya hingga saat ini obat herbal di Bali belum memiliki standarisasi yang pasti.

Seperti yang dijelaskan oleh Guru Besar Universitas Udayana, Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta menyatakan, bahwa obat herbal terbagi menjadi tiga jenis, yakni jamu, obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka.

Baca juga: 10 Cara Mengobati Penyakit Jantung, Mulai Ablasi hingga Operasi Bypass Koroner

"Tiga jenis ini belum memiliki standarisasi yang baku.

Belum bisa standar baku karena, jamu belum dilakukan uji klinis apa pun dan khasiatnya untuk menyembuhkan penyakit hanya berdasarkan informasi yang diwariskan turun menurun.

Sedangkan untuk OHT, sudah dilakukan standarisasi bahan baku produk seperti dari ekstrak tumbuhan

Serta telah dilakukan uji praklinik dengan hewan dan terbuki berkhasiat dan aman diuji pada hewan," jelasnya pada, Kamis 25 Maret 2021.

Lebih lanjut, ia menjelaskan juga pada fitofarmaka, yang sudah dilakukan standarisasi bahan produk serta telah dilakukan uji klinis (uji pada manusia, setelah pada uji hewan berkhasiat dan aman), yang membuktikan keamanan dan khasiatnya.

Halaman
12
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved