Breaking News:

Berita Tabanan

Gelapkan Donasi untuk Warga Miskin di Tabanan, INA, Oknum Satgas Covid-19 Dijebloskan ke Tahanan

Kejari Tabanan menangani kasus dugaan pengelapan dana sumbangan Covid-19 dari sebuah yayasan untuk warga miskin

Kejari Tabanan
Proses pelimpahan tahap II pelaku dengan dugaan penyelahgunaan bantuan sosial untuk warga miskin di Desa Pujungan, Lecamatan Pupuan, Tabanan, Rabu 24 Maret 2021 - Gelapkan Donasi untuk Warga Miskin di Tabanan, INA, Oknum Satgas Covid-19 Dijebloskan ke Tahanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan menangani kasus dugaan pengelapan dana sumbangan Covid-19 dari sebuah yayasan untuk warga miskin yang dilakukan oleh oknum anggota Satgas Covid-19 Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali, INA (39) yang nekat menggelapkan dana sumbangan sekitar Rp 30 juta.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian itu bermula sekitar Juli 2020 ada sebuah yayasan yang memberikan bantuan sosial (bansos) atau donasi untuk warga miskin di desa setempat di tengah pandemi.

Saat memberikan hal tersebut, pihak yayasan bertemu dengan tersangka INA ini.

Pada awal pemberian bantuan, tersangka ini sangat rajin membantu pihak yayasan dalam hal penyaluran bantuan ini.

Baca juga: Korupsi Dana Kredit KUR di Bank BUMN, Pengalihan Penahanan Ida Bagus GS Ditolak Kejari Badung

Baca juga: Mantan Sekda dan Istri Wabup Diperiksa, Dugaan Korupsi Anggaran Rumah Jabatan Sekda Buleleng

Baca juga: Tuduhan Korupsi Membuat Aung San Suu Kyi Sulit Kembali ke Panggung Politik Myanmar

Karena merasa percaya dengan tersangka ini, program ini berlanjut dan pihak yayasan pun mempercayakan program bantuan ini kepada tersangka secara transfer lewat rekening.

Anehnya, rekening yang digunakan adalah rekening pribadi pelaku.

Lanjutan bantuan tersebut, pihak yayasan memberikan transfer uang kepada oknum Satgas tersebut secara bertahap, yakni 5 kali dengan total Rp 56 juta ke rekening pribadinya.

Anggaran tersebut untuk 11 orang penerima bantuan yang menerima berupa sembako, uang cash, ada juga bedah rumah, sepeda motor dan lainnya.

Dalam perjalanannya, salah satu warga penerima yang harusnya mendapat bantuan sepeda motor, justru ditagih lagi oleh pemilik motornya.

Sebab, tersangka yang membeli motor bekas untuk bantuan kepada warga, namun karena pembayaran tak lancar akhirnya ditarik pemilik sepeda motor.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved