Breaking News:

Berita Bali

Rakor Rentikon Kotamaops TNI Digelar di Bali, Simak Pembahasannya

Rapat Koordinasi Rencana Tindakan Kontijensi (Rentinkon) Kotamaops TNI Tahun 2022 Wilayah Kogabwilhan II dan Kogabwilhan III

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Dok. Pendam IX/Udayana
Rakor Rentinkon Kotamaops TNI Tahun 2022 Wilayah Kogabwilhan II dan Kogabwilhan III, di Ballroom Hotel Le Grande Bali/Pecatu Indah Resort Uluwatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis 25 Maret 2021 - Rakor Rentikon Kotamaops TNI Digelar di Bali, Simak Pembahasannya 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rapat Koordinasi Rencana Tindakan Kontijensi (Rentinkon) Kotamaops TNI Tahun 2022 Wilayah Kogabwilhan II dan Kogabwilhan III, diselenggarakan di Ballroom Hotel Le Grande Bali/Pecatu Indah Resort Uluwatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis 25 Maret 2021.

Rakor diikuti sekitar 50 orang peserta dari perwakilan satuan TNI AD, AU dan AL. Pihak Kodam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana Brigjen TNI Dr. Arudji Anwar, S.H., M.H., hadir mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.,

Rakor TNI tersebut mengusung tema "Kogabwilhan II Dan Kogabwilhan III Dan Kotamaops TNI Jajarannya Selalu Siap Mengantisipasi Dan Merespon Setiap Kemungkinan Kontijensi Yang Dianalisa Akan Terjadi Di Wilayahnya Secara Cepat, Tepat, Efektif, Dan Efisien".

Waasops Panglima TNI Marsma TNI Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., membacakan sambutan Asops Panglima TNI Mayjen TNI Arios Tiopan Aritonang, S.I.P., menyampaikan bahwa konstelasi ancaman yang semakin kompleks terhadap situasi nasional suatu negara di dunia berubah dengan sangat cepat.

Baca juga: TNI di Bali Jadi Prioritas Serbuan Vaksinasi 125 Ribu AstraZeneca

Baca juga: Serangkaian TMMD di Jembrana, Bupati Tamba Terima Kunjungan Tim Wasev Mabes TNI

Baca juga: Sanur Zona Hijau di Bali Dapat Atensi Panglima TNI dan Kapolri, Persiapan Wisata Aman Covid-19

Hal tersebut berpengaruh terhadap dinamika dari lingkungan strategis secara global dan regional yang memberikan dampak multidimensi terhadap kebijakan pemerintah atau negara Indonesia.

"Menyikapi dan mencermati berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan yang mempengaruhi dinamika lingkungan strategis, maka TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dituntut untuk mampu melaksanakan tugas pokoknya dengan baik, untuk itu TNI harus memiliki rencana strategis sebagai salah satu wujud kesiapsiagaan TNI yang harus disiapkan sejak dini," terangnya.

Selanjutnya, rencana penggunaan kekuatan TNI dalam menghadapi potensi ancaman terhadap keutuhan dan kedaulatan perlu diambil langkah dan tindakan tepat yang disesuaikan dengan skala prioritas berdasarkan perkiraan ancaman yang ditetapkan di wilayah masing-masing.

Untuk memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi ancaman keutuhan dan kedaulatan NKRI, maka diperlukan pertahanan yang melibatkan dan diintegrasikan dengan kekuatan lainnya.

Sehingga diperlukan penyamaan persepsi dari seluruh kekuatan TNI guna menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul di wilayah tanggung jawab masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved