Breaking News:

Berita Tabanan

UPDATE: INA Rajin Bawa Bansos Yayasan Ke Desa, Sanksi Sosial Menanti INA di Tabanan

UPDATE: INA Rajin Bawa Bansos Yayasan Ke Desa, Desa Tak Tahu Menahu Sumbangan Yayasan, Sanksi Sosial Menanti INA di Tabanan

Kejari Tabanan
Proses pelimpahan tahap II pelaku dengan dugaan penyelahgunaan bantuan sosial untuk warga miskin di Desa Pujungan, Lecamatan Pupuan, Tabanan, Rabu 24 Maret 2021 - UPDATE: INA Rajin Bawa Bansos Yayasan Ke Desa, Sanksi Sosial Menanti INA di Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pihak aparat Desa Pujungan menyatakan tak ikut terlibat dalam penyaluran bantuan yang dilakukan oknum anggota Satgas Covid-19 Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali, berinisial INA (39).

Perilaku oknum ini sangat disayangkan, terlebih lagi di tengah pandemi yang notabene masyarakat sangat membutuhkan bantuan.

Namun ternyata, tersangka ini memang memiliki banyak relasi seperti yayasan untuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

Perbekel Pujungan, I Made Wisnu Wijaya menegaskan, pihaknya di desa dan khususnya di Satgas Covid-19 Desa Pujungan sungguh tak mengetahui proses bantuan sosial tersebut.

Baca juga: Gelapkan Donasi untuk Warga Miskin di Tabanan, INA, Oknum Satgas Covid-19 Dijebloskan ke Tahanan

Baca juga: Oknum Satgas Covid-19 Desa Pujungan Tabanan Diamankan Setelah Gelapkan Dana Donasi bagi Warga Miskin

Baca juga: Kasus Pencurian Oknum Polisi di Tabanan Tunggu Petunjuk Jaksa, Kejari Janji Transparan

Sebab, ia dipercaya secara pribadi oleh sebuah yayasan untuk penyaluran bantuan sosial.

Selain itu, sebelumnya pihak yayasan juga tak pernah konfirmasi ke Desa terkait bantuan karena langsung berkomunikasi ke tersangka yang merupakaan oknum Satgas Covid-19 Desa Pujungan.

"Jadi desa tak tau menau dengan hal tersebut (sumbangan), tiba-tiba ada kasus. Dapat kabar bahwa dilaporkan oleh penerima bantuan tersebut, artinya setelah ada masalah baru kita tahu," ungkap Wisnu saat dikonfimasi, Jumat 26 Maret 2021, sembari menyebutkan, sepengetahuannya pekerjaan tersangka tidak begitu diketahui alias serabutan, namun aktif dalam kegiatan sosial dan pada tahun lalu sudah berpisah dengan istrinya (cerai).

Wisnu menegaskan, tersangka INA ini memang tidak duduk di kepengurusan desa dinas maupun desa adat.

Namun, ia memang sering menyalurkan bantuan sosial ke masyarakat.

Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan desa sebagai petugas jaga di Satgas Penanganan Covid-19.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved