Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Larangan Mudik di Tengah Wacana Pembukaan Pariwisata Untuk Turis Asing, Ini Kata Ahli

"Contohnya kasus All England kemarin di mana kontrol Covid-19 Indonesia tidak dipercaya"

TRIBUN BALI/ BUSRAH ARDANS
ILUSTRASI - Ribuan wisatawan asing dan lokal menumpuk di Bandara Internasional Lombok Praya, Senin (6/8/2018) sore. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah resmi melarang mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, namun rencananya turis asing akan dibolehkan masuk ke Indonesia.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai kebijakan apapun yang terkait dengan Covid-19 ini perlu scientific evidence atau bukti ilmiah.

Menurutnya, memperbolehkan turis asing masuk sah-sah saja tetapi data yang disampaikan Satgas Covid-19 juga harus akurat.

"Contohnya kasus All England kemarin di mana kontrol Covid-19 Indonesia tidak dipercaya. Jadi standar yang kita pakai diragukan oleh banyak negara. Boleh saja dibuka (turis asing) tapi Eropa juga sekarang sedang lockdown, siapa yang akan masuk? Itu saja," kata Agus saat dihubungi Tribun, Jumat 26 Maret 2021.

Kendati demikian Agus mendukung langkah pemerintah melarang mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Begini Tanggapan MUI

Cerita Sedih Warga Perantauan di Bali, Tak Bisa Mudik Lagi Tahun Ini

Dirinya sejak awal sudah mengusulkan agar mudik tahun ini kembali dilarang karena angka Covid-19 masih belum rendah.

"Kebijakan soal mudik kan hanya boleh disampaikan Satgas Covid-19 tetapi kemarin sudah ramai disampaikan Pak Menhub," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan membuka turis asing untuk membuka kembali lapangan pekerjaan khususnya di Bali.

Begitu pula terkait wacana visa jangka panjang yang dapat meningkatkan minat turis asing untuk lebih lama tinggal di Indonesia.

"Terkait visa permennya lagi diselesaikan memang kita mau orang ke Indonesia kenapa harus selalu mengajukan visa. Ini juga akan memudahkan orang work from Bali. Jadi tidak perlu lagi banyak izin kita buat benchmark dengan negara sepanjang itu masih bisa diakomodasi," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved