Breaking News:

Berita Klungkung

Pandemi Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Program Kawi Smara di Klungkung Bali

Kawi Smara merupakan program dari Pemkab Klungkung, untuk membiasakan masyarakat tertib administrasi kependudukan.

ist
Disdukcapil Klungkung saat menyerahkan akta pernikahan program kawi smara ke mempelai di Klungkung, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pelayanan Kawi Smara oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung, tidak begitu terpengaruh pandemi.

Masyarakat tetap marak menggelar upacara penikahan, dan minat masyarakat memanfaatka program Kawi Smara tetap tinggi.

Kawi Smara merupakan program dari Pemkab Klungkung, untuk membiasakan masyarakat tertib administrasi kependudukan.

Dalam pelayanan Kawi Smara, masyarakat akan langsung diberikan akta pernikahan , kartu keluarga, hingga e-KTP saat seorang mempelai melaksanakan upacara pernikahan.

"Sasih kedasa ini, permintaan masyarakat masih cukup tinggi.  Bahkan pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh signifikan  terjahadap jalannya program ini," ujar Kepala Dinas Disdukcapil Klungkung I Komang Dharma Suyasa, Minggu 28 Maret 2021.

Sasih Kedasa, Satgas Covid-19 Klungkung Waspadai Munculnya Klaster Pernikahan

Baca juga: Pemkab Klungkung Serahkan Laporan Keuangan Unaudited kepada BPK

Anggaran Warga Miskin Bekerja di Kapal Pesiar Tergantung CSR, Dana Pemkab Klungkung Masih Terkendala

Sasih kedasa yang jatuh pada bulan Maret hingga April, dianggap masyarakat sebagai hari baik untuk menggelar upacara pernikahan.

Meskipun pandemi, pelayanan Program Kawi Smara tetap stabil.

Dalam beberap hari ini, sudsh  tercatat permohonan untuk penyerahan Kawi Smara sebanyak 20 permohonan, serta  yang sudah diserahkan sebanyak 15 akta perkawinan. 

" Kalau sebelum pandemi, rata-rata ada 40 yang diserahkan (Program Kawi Smara). Sehingga menurut kami, pandemi ini pengaruhnya tidak signifikan ke prorgam Kawi Smara," jelas Dharma Suyasa.

Ia pun memperkirakan, angka permohonan Kawi Smara ini masih akan terus tinggi sampai minggu kedua bulan April mendatang.

" Dewasa ayu (hari baik) untuk penikahan kan masih sampai minggu kedua April. Nanti setelah setelah selikur (21 hari) Galungan, permintaan Kawi Smara juga akan meningkat lagi," jelasnya.

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved