Breaking News:

Berita Karangasem

Petani di Karangasem Bali Berhenti Tanam Pepaya Setelah Diserang Hama Gayas

Beberapa peetani pepaya callina di Banjar Waliang, Desa / Kecamatan Abang, Karangasem terpaksa berhenti sementara menanam pepaya krena merebaknya hama

Tribun Bali/Saiful Rohim
Petani pepaya calina di Banjar Waliang, Desa Abang, Kecamatan Abang memanen pepaya, Senin (5/10/2020) sore hari. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Beberapa peetani pepaya callina di Banjar Waliang, Desa / Kecamatan Abang, Karangasem terpaksa berhenti sementara menanam pepaya krena merebaknya hama gayas.

Tanamanya rusak dikarenakan bagian akar dimakan gayas.

Pepaya tidak tumbuh seperti biasanya.

Petani pepaya calina, Dewa Gede Rai Suandita, mengungkapkan, pepaya warga diserang gayas sejak 2020 lalu.

Pemicunya karena terlalu sering diguyur hujan, dan hama gayas berkembang sangat cepat.

Dewan Bali Minta Petani Tak Khawatirkan Kebijakan Impor Beras

Pasca Melaksanakan ‘Ngaben Bikul’, Para Petani di Badung Tak Ada Gagal Panen

Hama gayas merusak akar  pepaya, sehingga berimbas ke pertumbuhan semua pohon pepaya.

"Di Waliang hampir 50 warganya bertani pepaya calina. Tetapi mereka berhenti sementara  bertani pepaya karena hama gayas. Khawatirnya merugi banyak," ungkap Dewa Gede Rai Suandita, Minggu 28 Maret 2021.

Pihaknya berencana kembali menanam pepaya stelah musim hujan.

Saat hama gayas beerkurang.

Lahan warga yang diserang hama gayas luasnya hingga hektaran lebih.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved