Breaking News:

Junta Myanmar Beri Serangan Udara di Wilayah Perbatasan, Penduduk Desa Terpaksa Melarikan Diri

Ia menambahkan bahwa komunikasi sulit di daerah terpencil dan mungkin akan ada lebih banyak korban.

STINGER/AFP
Tentara berjaga di jalan yang diblokade menuju parlemen Myanmar di Naypyidaw pada 1 Februari 2021, setelah militer menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

TRIBUN-BALI.COM, YANGON - Keadaan Myanmar kembali memanas setelah jet tempur militer Myanmar melancarkan serangan udara pada Sabtu 27 Maret 2021.

Serangan itu terjadi di sebuah desa di dekat perbatasan Thailand di wilayah yang dikuasai oleh kelompok etnis bersenjata.

Persatuan Nasional Karen (KNU), kelompok etnis bersenjata yang menguasai wilayah tenggara mengatakan, jet tempur menyerang Day Pu No di distrik Papun, daerah yang dipegang oleh pasukan Brigade kelima, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, sebagaimana diberitakan Reuters Senin 29 Maret 2021. 

Akibat serangan udara dari Junta Militer ini, penduduk desa terpaksa melarikan diri. 

"Mereka mengebom daerah itu... Penduduk desa dari daerah itu mengatakan dua tewas dan dua terluka," kata juru bicara kelompok masyarakat sipil Karen Peace Support Network.

Ia menambahkan bahwa komunikasi sulit di daerah terpencil dan mungkin akan ada lebih banyak korban.

Seorang juru bicara junta tidak menjawab panggilan telepon untuk menanggapi insiden tersebut.

Serangan udara yang dilaporkan adalah serangan paling signifikan selama bertahun-tahun di wilayah tersebut.

KNU telah menandatangani perjanjian gencatan senjata pada tahun 2015 tetapi ketegangan melonjak setelah militer menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu.

Sebelumnya pada hari Sabtu, KNU mengatakan pasukan Brigade kelima merebut  pangkalan militer dan  menewaskan 10 tentara termasuk letnan-kolonel, ketika junta merayakan Hari Angkatan Bersenjata tahunannya dengan parade di ibukota, Naypyitaw.

KNU mengatakan telah menaungi ratusan orang yang telah melarikan diri dari Myanmar tengah di tengah meningkatnya kekerasan dalam beberapa pekan terakhir.

Pasukan junta itu menewaskan puluhan orang pada hari Sabtu, termasuk anak-anak, dalam salah satu hari demonstrasi paling berdarah sejak kudeta, laporan berita dan saksi mata mengatakan.(Reuters/AFP)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pangkalan Militernya Direbut, Junta Myanmar Lancarkan Serangan Udara di Wilayah Pemberontak Karen  

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved