Breaking News:

Berita Badung

Desa Carangsari Badung Belum Bisa Olah Sampah, Perbekel Minta Warga Bisa Memilah & Manfaatkan "Tebe"

Kendati demikian, pihak desa menginginkan masyarakat bisa mengolah sampah  secara mandiri termasuk juga memanfaatkan kebun belakang rumah atau "Tebe".

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Perbekel Desa Carangsari, Made Sudana 

TRIBUN,-BALI.COM, MANGUPURA - Masalah sampah di Kabupaten Badung belum bisa sepenuhnya diolah oleh pemerintah setempat.

Bahkan setiap desa diminta untuk bisa mengolah sampah secara mandiri.

Hanya saja tidak semua desa bisa melakukannya lantaran perlu adanya penyiapan TPST termasuk alat pengolahan sampah tersebut.

Selain itu ditengah pandemi covid-19 ini Desa di Badung anggarannya juga minim,  sehingga belum bisa mengolah sampah dengan baik.

Baca juga: Puluhan Tahun Menanti, Permasalahan Air di Subak Balangan Badung Hingga Kini Belum Ada Titik Terang

Seperti halnya Desa Carangsari, Kecamatan Petang sampai saat ini masih kewalahan dalam mengelola sampah.

Kendati demikian, pihak desa menginginkan masyarakat bisa mengolah sampah  secara mandiri termasuk juga memanfaatkan kebun belakang rumah atau "Tebe".

Sehingga sampah bisa bisa diolah dirumah tangga.

Perbekel Desa Carangsari, Made Sudana mengatakan, sebenarnya permasalahan sampah merupakan masalah yang dialami hampir semua desa.

Kendati, pihaknya di Desa Carangsari sudah memiliki TPS, namun tetap saja masih kurang mencukupi atau belum bisa menampung sampah.

"Saya terpaksa bersurat ke DLHK meminta bantuan untuk mengambil sampah.

Halaman
1234
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved