Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kabar Terbaru Donald Trump, Pidato Berapi-api soal Dirinya Sendiri Saat Hadiri Pernikahan

Pada peristiwa bahagia pasangan mempelai baru itu, Trump mendapat kesempatan untuk pidato memberikan ucapan selamat.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
SLATE.COM
Donald Trump. 

TRIBUN-BALI.COM, PALM BEACH - Aksi dan kata-kata Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi berita.

Akhir pekan lalu Donald Trump menarik perhatian banyak orang saat dia menghadiri pesta pernikahan warga di resor Mar-a-Lago, Florida.

Pada peristiwa bahagia pasangan mempelai baru itu, Trump mendapat kesempatan untuk pidato memberikan ucapan selamat.

Ternyata presiden ke-45 Amerika Serikat ini malah pidato berapi-api tentang dirinya sendiri sambil mengolok-olok penerusnya di Gedung Putih, Presiden Joe Biden.

Baca juga: Donald Trump Mengagumi Ratu Elizabeth II dan Mengaku Bukan Penggemar Meghan Markle

Baca juga: Donald Trump Jengkel dan Larang Partai Demokrat Galang Dana Pakai Namanya

"Apakah kalian sudah merindukanku?" tanya Trump yang memakai setelan jas dengan tuksedo, dalam video yang diunggah situs gosip selebriti TMZ.

Menurut laporan Business Insider, pertanyaannya disambut sorakan meriah dan tepuk tangan para tamu pernikahan. Para tamu di antaranya teman-teman lama Donald Trump seperti Megan Noderer dan John Arigo.

Pada acara pesta pernikahan itu Trump turut mengecam Presiden Joe Biden atas berbagai permasalahan, seperti perbatasan AS-Meksiko, masalah China, dan Iran.

"Apa yang terjadi dengan anak-anak? Mereka hidup dalam kemelaratan, mereka hidup seperti yang belum pernah dilihat siapa pun," kata Trump merujuk pada kondisi di perbatasan, dikutip Kompas.com dari AFP.

Sejak Joe Biden menjabat presiden 20 Januari 2021, gelombang migran termasuk anak-anak di bawah umur tanpa pendamping mencoba masuk ke AS.

Sebelumnya pemerintahan Trump menuai kritik karena memisahkan banyak keluarga di perbatasan, dan menaruh anak-anak di tempat yang oleh para kritikus disebut kandang.

Dalam pidatonya Trump juga membicarakan hasil pemilu Amerika, yang kekalahannya masih belum dia terima.

Baru pada bagian akhir pidatonya, Donald Trump mengucapkan selamat kepada dua mempelai. "Kalian pasangan yang hebat dan rupawan," kata pengusaha berusia 74 tahun tersebut.

Luapkan Kemarahan

Sebelumnya, Donald Trump meluapkan kemarahan pada dua pakar Covid-19 yang sering mencela caranya menangani wabah.

Trump dengan gusar menyebut Anthony Fauci dan Deborah Birx sebagai dua orang yang sok pamer.

"Mereka mencoba mengukirkan diri di sejarah melalui rekomendasi yang ngawur, dan untungnya saya abaikan," sindirnya dilansir AFP Selasa 30 Maret 2021.

Donald Trump menuding Fauci, bos Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, coba mengambil kredit atas pengembangan vaksin dan membuat dirinya bak pahlawan.

Adapun Birx, koordinator satuan tugas penanganan Covid-19, dia sebut sebagai pembohong yan tak punya kredibilitas.

Kemarahan Trump muncul setelah dalam wawancara CNN, Fauci mengaku terkejut dengan mantan bosnya itu.

Si pakar merujuk kepada pernyataan Donald Trump agar negara "membebaskan diri", sementara warga AS diminta mematuhi lockdown April tahun lalu.

Sementara Birx mengungkapkan, dia merasa tidak nyaman karena mendapat telepon dari Trump terkait masifnya penularan virus corona.

Birx juga menuding pemerintah federal tidak memberikan informasi yang jelas ke publik, berakibat AS kini negara paling terdampak corona. Jumlah kematian terbanyak di dunia.

Dia akhirnya memutuskan pensiun setahun setelah mengemban tugasnya karena sering berseteru di Gedung Putih.

Fauci kini merupakan penasihat Presiden Joe Biden, dia tampil lebih banyak di muka publik.

Eks presiden dari Partai Republik itu menuduh Anthony Fauci dan Birx terlalu lambat menetapkan kebijakan.

"Jika mengikuti mereka, kita sudah terkurung di rubanah karena negara ini bakal mengalami depresi finansial," ujarnya.

Kemarahannya menjadi-jadi dengan menyebut Fauci "raja sandal jepit", dan Birx sebagai penasihat yang buruk.

Suami Melania Trump itu mempunyai kebiasaan melakukan serangan balik yang kuat jika mendapat kritikan. Di bawah Trump, negeri Pamam Sam menjadi negara "nomor satu" baik dalam kasus penularan dan korban meninggal Covid-19.

Biden bergerak cepat dengan memasifkan vaksinasi, yang dia targetkan bisa mencapai mayoritas dalam 100 hari pertama.

Meski begitu, Biden menegaskan wabah yang sudah membunuh 549.000 orang AS ini masih tetap ancaman nomor satu.

Ikuti berita terkait Donald Trump

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Hadiri Pernikahan Warga, Trump Malah Pidato soal Dirinya Sendiri

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved