Breaking News:

Rencana Travel Corridor, Wisman Wajib Karantina 2x24jam di Zona Hijau Bali

Setibanya di Bali kemudian melakukan tes PCR kembali dan sambil menunggu hasil PCR keluar melakukan karantina mandiri

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Wisatawan bermain parasailing di Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Rabu (2/5/2018). 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkap tentang kelanjutan Travel Corridor Arrangement (TCA). 

Menurutnya saat ini pembahasan tengah berlanjut dan dalam tahap finalisasi. 

"Semuanya dikoordinasi di bawah Ibu Menlu, dan kami melakukan penyiapan. Penyiapan dari segi produk-produk wisata, penyiapan dari zona hijau, penyiapan daripada vaksinasi terutama di pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Menparekraf Sandiaga Uno di  John Hardy Boutique and Gallery, Selasa 30 Maret 2021.

Dan juga tentunya, penyiapan dari pada yang sangat terpenting itu adalah keamanan dan kenyamanan wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata yang diidentifikasi sebagai zona hijau seperti Nusa Dua, Ubud dan Sanur.

Dimana tahap finalisasi membahas mengenai revisi Permenkumham No.26/2020, dan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri pekan lalu, Menparekraf mengaku bahwa pihaknya di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dilibatkan dalam pembahasan tersebut.

"Progres pembahasan dan revisi itu sendiri (Permenkumham No.26/2020) kita harapkan sesuai dengan Rakor yang dipimpin oleh Pak Luhut. Kebetulan kami juga menjadi bagian dari pada pembahasan tersebut, tapi kita memasuki tahap akhir dari revisi tersebut," ungkap Sandiaga.

"Dan segera akan diumumkan, harapannya ini akan memberi semangat baru. Karena kita akan memperpanjang waktu sampai 60 hari kunjungan, yang akan mempermudah proses melalui beberapa pendekatan seperti e-Visa dan lain sebagainya. Nanti akan diumumkan oleh Pak Menkumham sendiri," sambungnya.

Dari draft mengenai Permenkumham No.26/2020 disebutkan setelah wisatawan mancanegara disetujui dan e-Visa nya terbit, melakukan perjalanan ke Indonesia khususnya Bali itu menggunakan charter flight.

Setibanya di Bali kemudian melakukan tes PCR kembali dan sambil menunggu hasil PCR keluar melakukan karantina mandiri di zona hijau selama 2x24 jam.

Dan baru setelah itu bebas berwisata di Bali selama maksimal 60 hari.

"Salah satu yang diusulkan (draft revisi wajib karantina 2x24 jam di zona hijau), tapi ini belum final jadi mohon teman-teman sabar. Kita tunggu karena itu juga perlu masukan dari Satgas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan," imbuh Sandiaga Uno.

Sedangkan terkait proses vaksinasi di tiga zona hijau di Bali, pemerintah tidak akan terganggu meski ada negara yang menahan sementara vaksin Covid-19 AstraZaneca.

Diketahui bahwa saat ini India menahan sementara mengekspor vaksin Covid-19 Astra Zeneca. 

"Per hari ini koordinasi saya dengan Menteri Kesehatan, kami tetap optimis bahwa target untuk menyiapkan vaksinasi di Bali sampai ke angka 2 sampai 3 juta sebelum bulan Juni dan Juli itu masih sesuai target," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved